Andri Garu Minta Presiden Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2

Sabtu, 6 Juni 2020 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Politik dan Mantan Angota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD Rl), Andrianus Garu meminta Presiden Joko Widodo menjalankan dua agenda penting dalam upaya menyelamatkan rakyat Indonesia di tengah kondisi memilukan dunia akibat dampak pandemi Covid 19. 

Kedua agenda penting itu yakni menunda pelaksanaan Pilkada 2020 dan melakukan evaluasi terhadap kinerja Kabinet Jilid 2 Jokowi-Ma`ruf Amin. 

“Yang pertama, saya berharap Presiden Jokowi bisa menunda seluruh proses pilkada 2020 ke 2022 sesuai rancangan UU Parpol dan UU Pemilu,” ujar Adrianus Garu di Jakarta, Sabtu (6/6/2020). 

“Yang kedua, saya berharap Presiden Jokowi segera mengevaluasi secara menyeluruh Kabinet jilid 2 yang tidak sejalan dengan visinya,” tambahnya. 

Sebagai bukti, Adrianus menyebut kebijakan selalu berbeda-beda dari mentri yang satu dengan yang lainnya ini.  “Presiden harus menempatkan orang-orang yang rasional bukan politisi yang hanya mementingkan partai dan kelompok,” tegasnya. 

Terkait masalah penundaan Pilkada 2020, Adrianus juga meminta Presiden agar jauh lebih tegas. 

Baca Juga :  Ketua TPN Arsjad Rasjid Optimistis Ganjar-Mahfud Menang Satu Putaran

“Penyelamatan rakyat bangsa Indonesia jauh lebih penting daripada euforia pemilu di tengah pro kontra antara Mendagri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Bawaslu. Tak perlu mengikuti keinginan parpol-parpol,” ungkapnya.

Dalam situasi saat ini, kata Adrianus Garu, pemerintah harus mengambil langkah tepat dengan memberikan edukasi. “Jangan malah menakut-nakuti rakyat. Lama-lama rakyat bukan mati karena Covid 19 tapi mati karena stres  tidak ada makanan,” katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Tajukflores.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tajukflores.com", caranya klik link https://t.me/tajukflores, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait

Surya Paloh Perintahkan Anak Buah Tolak Gubernur Ditunjuk Presiden dalam RUU DKJ
Ganjar Dinilai Lanjutkan Proyek IKN dengan Model Berbeda
Catat! Bawaslu RI Larang Caleg Pasang Stiker Kampanye di Mobil Plat Kuning
Prabowo-Gibran Janji Bangun Sekolah Berkualitas di NTT
KontraS Usul 9 Isu HAM ke KPU sebagai Catatan untuk Debat Capres-Cawapres
Ganjar Pastikan Lanjutkan Program Jokowi di IKN Nusantara
Puan Dituding Main 2 Kaki di Pilpres 2024, Ini Kata PDIP
Ganjar Respon Ade Armando Soal Politik Dinasti DI Yogyakarta
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Desember 2023 - 18:13 WIB

Cara Mendapatkan Uang Jual Foto di Shutterstock, Buat Apa Suka Motret Kalau Cuma Bikin Penuh Galeri!

Rabu, 6 Desember 2023 - 20:36 WIB

Tips Pilih Jurusan Kuliah bagi Gen Z di Tahun 2024, Jangan Salah Langkah!

Selasa, 5 Desember 2023 - 20:29 WIB

Daftar Pinjol Akhir Tahun 2023 yang Perlu Kamu Coba: Aman dan Legal

Selasa, 5 Desember 2023 - 17:05 WIB

Kahoot, Aplikasi Pembelajaran Berbasis Game yang Menyenangkan!

Selasa, 5 Desember 2023 - 16:41 WIB

Butuh Dana Cepat? Coba Daftar Pinjol Berikut dengan Limit 30 Juta

Selasa, 5 Desember 2023 - 12:01 WIB

7 Website Cocok untuk Guru agar Pembelajaran Tak Membosankan

Senin, 4 Desember 2023 - 13:43 WIB

4 VPN Gaming Terbaik 2023, Main Game Lancar dan Anti Ribet

Sabtu, 2 Desember 2023 - 18:28 WIB

Benarkah Pencairan KJP Plus Desember 2023 Ditunda Seperti November Lalu?

Berita Terbaru

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit. Agus mengatakan pihaknya menggunakan pendekatan hard approach untuk hadapi KKB di Papua. Foto: Twitter

Nasional

Panglima TNI Sebut Redam KKB di Papua dengan Hard Approach

Jumat, 8 Des 2023 - 21:46 WIB