News

DBD Renggut Nyawa, Wali Kota Kupang Imbau Warga Perlu Antisipasi

Senin, 21/01/2019 05:25 WIB

Jenazah korban DBD Mariano Julio Saputra (6) di Manggarai Barat, Flores saat diantar ke kampung halamannya. (Foto: Indonesiakoran.com)

Kupang, Tajukflores.com - Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jefri Riwu Kore mengimbau warga setempat mengatisipasi terjadinya penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang mulai merebak.

"Warga Kota Kupang perlu mengantisipasi munculnya penyakit DBD setelah daerah ini memasuki musim penghujan," katanya, dalam imbauannya di Kupang, Minggu (20/1/2019).

Ia mengatakan, penyakit DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti yang dapat menimbulkan risiko kematian pada penderita. Jefri mengatakan, penyakit DBD di ibu kota Provinsi NTT itu tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga orang dewasa.

"Sampai saat ini belum ditemukan obat penyakit DBD yang ditimbulkan virus dengue itu sehingga perlu ada upaya antisipasi dari warga Kota Kupang agar penularannya tidak meluas,"tegasnya.

Ketua DPD Partai Demokrat itu mengimbau warga Kota Kupang perlu mengantisipasi serangan penyakit DBD dengan melaksanakan pembersihan sarang nyamuk (PSN) demam berdarah di rumah dan lingkungan masing-masing.

Ia mengatakan, pencegahan DBD yang paling efektif dan efisen adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk melalui cara 3M plus pertama menguras yaitu membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember dan tempat penampungan air, kedua menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum air sedangkan ketiga mengubur kaleng-kaleng bekas, ban bekas, tempurung kelapa serta tempat-tempat yang berpotensi penampungan air.

Sedangkan yang dimaksudkan dengan "plus" yaitu menabur bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air dalam rumah maupun luar rumah apabila sulit untuk dibersihkan secara rutin.

"Pasang juga kawat kasa pada pintu masuk dan jendela serta gunakan juga krim anti nyamuk. Jangan biarkan pakaian tergantung dalam kamar karena bisa menjadi tempat persembunyian nyamuk aedes aegypti," kata Jefri.

Oleh :

Artikel Terkait