Hukum

Siswa SMA di TTU Cabuli Mahasiswi Hingga Hamil

Jum'at, 26/07/2019 09:03 WIB

Ilustrasi Pencabulan (Ilustrasi : Youtube)

Tajukflores.com - Seorang siswa SMA berinisial HMK di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mencabuli seorang mahasiswi di Kota Kupang hingga hamil.

GH (17), korban yang dicabuli pelaku telah melahirkan seorang anak yang saat ini berusia tiga bulan.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MH melalui Kanit PPA Bripka Bregitha N. Usfinit, SH Kamis (25/7/2019) kemarin.

Iptu Bobby menjelaskan korban dan pelaku saling mengenal melalui aplikasi Facebook sejak tahun 2015 lalu. Pada tahun 2016, keduanya menjalin hubungan pacaran.

"Korban dan pelaku berasal dari satu desa yang sama di Kabupaten TTU," katanya melansir Pos Kupang.

Hubungan pacaran keduanya dilakukan jarak jauh, sebab pelaku merupakan siswa SMA di Kabupaten TTU dan korban merupakan mahasiswi di Kota Kupang.

Selama pacaran, pelaku dan korban sering bertemu di rumah keluarga pelaku di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Korban yang datang menggunakan bus antar kota dari Kabupaten TTU beberapa kali berhubungan badan layaknya sepasaang suami istri di rumah tersebut.

"Kejadian (pencabulan) terakhir bulan Desember 2018 dan korban diketahui hamil," ujarnya.

Keluarga yang mengetahui korban hamil lantas bertanya kepada korban. Korban mengaku telah dihamili pelaku, HMK.

Keluarga korban lalu mendatangi keluarga pelaku untuk meminta pelaku mempertanggungjawaban perbuatannya.

Pelaku lalu bersedia untuk bertanggung jawab dan sesuai kesepakatan kedua belah pihak, akan dilakukan pertemuan bersama di bulan Desember 2018.

Namun, sejak Desember 2018 lalu, hingga korban melahirkan, pelaku dan keluarganya tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.

"Pihak keluarga juga mendengar informasi kalau korban telah melarikan diri dan tak ingin bertanggung jawab," ujarnya.

Tak terima atas kejadian tersebut, korban didampingi orang tuanya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Kupang Kota pada Selasa (16/7/2019) lalu.

"Proses kasus ini sudah sampai tahap penyidikan, korban dan orangtuanya sudah kami BAP," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku diancam 15 tahun kurungan penjara.

"Pelaku dikenakan pasal 81 ayat 2 sub pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 juncto Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2004 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun kurungan penjara," pungkasnya.

 

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait