Gaya Hidup

Bupati Deno Kamelus: Kita Sedang Membeli Kebudayaan

Selasa, 20/08/2019 19:30 WIB

Bupati Manggarai Deno Kamelus (Foto: Tajukflores.com/Ist)

Ruteng, Tajukflores.com - Bupati Manggarai Deno Kamelus mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi Bangsa Indonesia, termasuk di wilayahnya adalah tergerusnya kebudayaan asli.

Menurut Bupati Deno, saat ini orang sedang membeli sebuah kebudayaan, membeli cara berpikir, membeli cara berbuat, dan membeli cara bersikap.

"Saya pernah membaca sebuah buku, di mana kita sedang berada di era (dimana) orang sedang membeli sebuah kebudayaan," ujar Bupati Deno saat membuka secara resmi Pagelaran Caci dalam rangkaian HUT Kemerdekaan Indonesia ke 74, bertempat di Lapangan Motang Rua Ruteng, Minggu (18/8/2019), mengutip Manggaraikab.go.id.

Bupati Deno menjelaskan maksud membeli kebudaayan. Dia mengatakan, ada pergeseran dalam perilaku harian baik dalam bertindak dan bersikap karena masuknya budaya luar.

"Budaya Kita ini, budaya tutur, budaya face to face (tatap muka), budaya saling ketemu. Kalau dulu ada yang meninggal, itu diberitahu, itu budaya dulu dan turun temurun, tapi sekarang dengan teknologi ada yang meninggal tinggal SMS dan telpon," ujarnya.

Deno mengatakan, budaya seperti itu bukanlah budaya Manggarai yang diwariskan turun-temurun, dan diikuti banyak orang serta menjadi kebiasaan hidup dari sebuah komunitas.

Menurutnya, secara perlahan sikap, perilaku dan cara bertindak jaman sekarang sudah mengikuti pola-pola atau cara dari luar.

"Begitu juga dalam hal perdagangan, kalau dulu mau beli pakaian pasti datang ke toko, tapi sekarang tidak perlu lagi ke toko, tinggal belanja online barangnya ada," katanya.

Untuk itu, Ketua DPD PAN Kabupaten Manggarai ini mengajak semua pihak menjaga bagian-bagian budaya agar tidak dibeli orang.

"Masih ada yang membuat Kita bertahan, yakni Kebudayaan. Caci tidak bisa dibeli dengan Facebook atau WhatsApp. Dibalik Caci pasti ada pesan-pesan yang disampaikan. Ini harus Kita jaga dan Kita pelihara," ujar Bupati Deno Kamelus.

Selain itu Bupati Deno juga berpesan agar pagelaran Caci tidak boleh lagi dilaksanakan pada hari Minggu.

"Lain kali tidak boleh ada Caci di hari Minggu, Saya tidak setuju, ini karena jadwal sudah dibuat, tidak ada pilihan lain, harus dilaksanakan dengan sebuah konsekwensi ada yang tidak ke Gereja," pungkas Bupati Deno Kamelus.

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait