Gaya Hidup

Mengenal Tradisi Wa`u Wae di Manggarai

Rabu, 21/08/2019 19:29 WIB

Thomas Pura, tokoh adat Warsawe, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat dibantu oleh ibu-ibu mengadakan ritual Wa’u Wae untuk pengantin baru, Yohanes Mucen dan Ermel Herlmin di mata air Warsawe pada Selasa (23/8/2019) (Foto: Labuanbajonews.com)

Ruteng, Tajukflores.com - Wa’u Wae atau mandi di mata air bagi pengantin baru merupakan salah satu ritus dalam adat perkawinan orang Manggarai.

Tradisi unik ini masih dilestarikan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Ritus memandikan pengantin di mata air ini dilakukan usai peneguhan perkawinan secara adat. Biasanya, usai pernikahan adat, kedua pengantin dipingit di rumah pengantin pria.

Setelah empat hari dipingit, saat matahari terbit, kedua pengantin diarak oleh keluarga dan dipimpin oleh tu’a golo atau tokoh adat menuju mata air.

Setelah tiba di mata air, kedua mempelai dikeramas oleh ibu-ibu. Kemudian tu’a golo mengambil air dari mata air lalu mengguyur kepala kedua mempelai.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan membelah kelapa di atas kepala mempelai. Rembesan air kelapa yang dibelah sengaja dibiarkan mengenai kepala kedua mempelai dan tetesan airnya diminum oleh kedua mempelai.

Baca selengkapnya di sini

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait