Gaya Hidup

Buka Festival Pranata Adat, Bupati Deno Ajak Dirjen Kemendes PDTT Main Gasing

Rabu, 09/10/2019 17:19 WIB

Bupati Manggarai Deno Kamelus membuka Festival Adat Nusantara di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Rabu (9/10/2019). Foto: Tajukflores.com

Ruteng, Tajukflores.com - Festival Pranata Adat resmi dibuka sore ini di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Rabu (9/10).

Dalam acara pembukaan, tampak Bupati Manggarai Deno Kamelus mengajak Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Aisyah Gamawati bermain gasing.

Mangka atau gasing merupakan salah satu permainan tradisional di Manggarai. Permainan ini menampilkan kompetensi ketangkasan.

Bupati Deno menyebut permainan gasing menunjukkan karakter orang Manggarai yang kreatif. Kreativitas itu dibuktikan dengan gasing atau mangka yang dibuat dengan baik, dan dimainkan di tengah banyak orang.

"Permainan ini menjelaskan bahwa orang Manggarai kreatif, dibuat sendiri serta dimainkan di tengah kampung," kata Bupati Deno.

Festival ini merupakan kerja sama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai. Tujuannya untuk mengaktifkan kembali penguatan lembaga kemasyarakatan dan lembaga adat desa.

Pantauan Tajukflores.com, acara pembukaan dimulai dengan parade budaya dari beberapa sekolah taman kanak-kanak (TKK), SD dan SMK di lingkungan Kecamatan Langke Rembong. Penyanyi asal Jakarta juga hadir dalam acara ini.

Seorang pembina sekolah yang tak mau disebutkan namanya mengaku kecewa karena harus menunggu lama sejak pukul 14.00 Wit. Acara pembukaan sendiri dimulai pukul 17.00 Wit.

"Kami hanya menunggu untuk lenggak-lenggok dan beri hormat, setelah itu pulang," katanya.

Setelah menggelar konferensi pers, Bupati Deno mengajak tamu acara untuk menikmati kopi Manggarai di aula Nuca Lale, kantor Bupati Manggarai.

Sayangnya, keterlibatan organisasi lokal sangat minim, selain beberapa kelompok anak muda yang membuka kedai kopi. Keterlibatan minim ini dilihat dari jumlah kursi lebih banyak dari peserta acara.

Namun demikian, ada satu hal unik yang terlihat di lokasi acara. Sebuah kelompok bernama Petra BC memamerkan buku dan karya lukisan di Lapangan Motang Rua.

 

 

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait