Sudut Pandang

Untuk Siapa Penyertaan Modal Daerah Pemkab Manggarai?

Selasa, 15/10/2019 10:01 WIB

Seorang warga Manggarai pulang menimba air. Photo credit: Tajuk Flores

Tajukflores.com - Di Kabupaten Manggarai ada beberapa BUMD yang mendapat penyertaan modal pemerintah yakni Bank NTT, PT MMI dan Perumda Air Minum Tirta Komodo Kabupaten Manggarai.

Dalam Ranperda Penyertaan modal yang diajukan Pemda Manggarai kepada DPRD untuk dibahas pada APBD tahun 2020 di antaranya: Bank NTT Rp 10 miliar, Perumda Air Minum Tirta Komodo Rp 10 miliar dan PT MMI Rp 2 miliar.

Mengutip Pos Kupang, Penyertaan modal ini ditetapkan dalam bentuk peraturan daerah kepada BUMD sesuai amanat pasal 333  ayat 1 (satu) UU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang menyatakan, daerah dapat melakukan penyertaan modal pada badan usaha milik negara dan/BUMD.

Penyertaan modal daerah merupakan salah satu sumber modal BUMD selain pinjaman, hibah, dan sumber modal lainnya.

Dalam konteks Pemerintah Kabupaten Manggarai, Bank NTT dan PT MMI yang mendapat penyertaan modal bersumber dari APBD Kabupaten Manggarai, sedangkan untuk Perumda Air Minum Tirta Komodo mendapat penyertaan modal yang bersifat talangan.

Dana talangan berarti, pemerintah pusat akan mengembalikan dana yang digelontorkan Pemerintah Daerah setelah program hibah direalisasikan. Dana cair usai program dalam satu tahun anggaran rampung. Rampung diindikasikan dengan pemeriksaan tim BPKP dan tim konsultan.

Sampai dengan tahun 2021, Perumda Air Minum Tirta Komodo mendapat dana talangan untuk pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Program ini sering kali disingkat Hibah MBR.

Mengapa penyertaan modal ini hanya sampai 2021,  padahal Program Hibah Air Minum Perkotaan akan berlangsung hingga lima tahun ke depan.

Singkatnya, sampai selesai pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Perda Penyertaan modal terkait dengan jabatan Bupati Manggarai Deno Kamelus dan Wakilnya Victor Madur yang berakhir pada 2021 mendatang.

Untuk diketahui, di tahun 2021, penyertaan modal untuk Bank NTT Rp 15 miliar, Perumda Air Minum Tirta Komodo Kabupaten Manggarai Rp 15 miliar dan PT MMI 3 miliar.

Hibah MBR berbentuk sambungan meteran gratis kepada para penerima yang dilaksanakan oleh Perumda Air Minum Tirta Komodo Kabupaten Manggarai.

Para pelanggan dibebaskan dari biaya sebagai pelanggan baru, kemudian membayar sebagai pelanggan ketika mereka sudah memanfaatkan air minum bersih (air PAM).

Akses Air Minum Bersih

Dilansir dari laman Kementrian Pekerjaan Umum, Program Hibah Air Minum Perkotaan untuk MBR merupakan upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan jumlah masyarakat Indonesia yang mendapatkan akses air minum bersih yang aman terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Upaya ini sejalan dengan Nawacita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui ketersediaan infrastruktur dasar. Salah satunya infrastruktur air minum bersih.  

Salah satu tantangan program ini adalah ketersediaan infrastruktur air minum bersih BUMD  (PDAM) yang masih belum menjangkau seluruh warga khususnya MBR, meskipun PDAM yang bersangkutan memiliki kapasitas yang tidak terpakai (idle capacity).

Kementerian PUPR terus mendorong pemerintah daerah untuk merespons Program ini dengan perbaikan infrastruktur air minum dasar khususnya untuk menjangkau kantong-kantong hunian MBR.

Program Hibah untuk MBR ini diharapkan akan berkontribusi bagi program 100-0-100 dengan target 100 % akses aman air minum, 0 % kawasan kumuh dan 100 % akses sanitasi layak yang dapat dipenuhi pada tahun 2019.

Di sisi lain, program ini membantu menyehatkan PDAM yang kurang sehat menjadi sehat.

Akhirnya, penyertaan modal Pemda Manggarai tahun anggaran 2020 dan 2021 tidak untuk BUMD itu sendiri, tetapi untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat Manggarai, salah satunya akses air minum bersih. 

Oleh : Redaksi Tajuk Flores
TAGS : Air Bersih

Artikel Terkait