Hukum

Terungkap, Pelaku Pembuang Bayi di Ruteng Seorang Mahasiswi

Jum'at, 25/10/2019 18:24 WIB

Penemuan bayi perempuan dalam kondisi membusuk di Kampung Ngencung, Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, Kamis (24/10/2019). Foto: Radio Manggarai 88,00 FM

Ruteng, Tajukflores.com - Penyidik dari Polres Ruteng, Manggarai berhasil mengungkap pelaku pembuangan bayi berjenis kelamin perempuan di Kampung Ngencung, Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Kamis (24/10).

Penemuan bayi malang itu menghebohkan warga Kota Ruteng dan sekitarnya, karena kondisinya sudah membusuk.

Pelaku berinisial SA (23), seorang mahasiswi semester akhir di sebuah universitas di Kota Ruteng. Lurah Watu, Fransiskus Petra Lekang mengatakan, SA merupakan warga dari Mbeling, Kecamatan Borong, Manggarai Timur.

"Pelaku berinisial SA, 23 tahun," ujar Fransiskus, mengutip Facebook Radio Manggarai 88,00 FM, Jumat (25/10).

Fransiskus menjelaskan, kasus ini terungkap setelah mendapat laporan warga yang mengaku mencurigai kondisi seorang wanita yang nampak pucat di sebuah rumah, tak jauh dari lokasi penemuan bayi malang tersebut.

Mendapat informasi tersebut, Fransiskus dan petugas langsung mendatangi lokasi pada malam tadi sekitar pukul 23.00 Wit.

Saat diinterogasi, wanita yang tak lain SA itu mengelak. Lantaran sudah larut malam, mereka pun meninggalkan lokasi.

Interogasi dilanjutkan pagi tadi. Petugas menyertakan seorang anggota Polwan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Manggarai.

Melalui pendekatan persuasif, SA kemudan bersedia ke RSUD dr Ben Mboi untuk diperiksa kondisi kesehatannya.

Di RSUD Ben Mboi ini lah kemudian terkuak jika SA baru saja melahirkan. Setelah terus didesak, ia kemudian mengakui perbuatannya.

"Dan setelah kembali diinterogasi akhirnya pelaku mengakui bahwa dirinya adalah ibu serta pelaku pembuangan bayi tersebut," jelas Fransiskus.

Setelah mendapat pengakuan SA, kata dia, petugas dari Polres Manggarai kemudian kembali ke rumah SA dan memeriksa kamarnya.

"Hasil yang ditemukan dalam kamar tersebut terdapat ceceran darah yang sudah kering. Yang berada di kasur serta tikar tempat tidur pelaku," lanjutnya.

SA mengaku malu

Menurut Fransiskus, berdasarkan hasil introgasi tersebut pelaku diduga melahirkan di kamarnya pada Selasa (22/10) lalu.

"Mungkin karena takut dicurigai pelaku menyembunyikan jenazah bayinya. Lalu membuangnya pada hari Kamis 24 Oktober 2019 dini hari di belakang kebun tetangga dekat kali," kata Fransiskus.

Saat ini, pelaku SA sudah ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Manggarai. Ia ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi belum memberikan keterangan, apakah bayi SA itu merupakan hasil dari pernikahan yang sah atau tidak.


Oleh : Fersin Waku

Artikel Terkait