Hukum

Kuasa Hukum Sukmawati Desak Polri Tangkap Penyebar Video Adu-domba Umat

Senin, 18/11/2019 10:30 WIB

Advokat Peradi sekaligus Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus (Foto: Nerapolitik.com)

Jakarta, Tajukflores.com - Kuasa hukum Sukmawati Soekarnoputri, Petrus Selestinus mengatakan pernyataan kliennya yang diduga menodai agama karena menyandingkan Nabi Muhammad SAW dan Soekarno sengaja dipotong untuk memperkeruh suasana dan mengadu domba.

Padahal, kata dia, tidak sedikitpun Sukmawati mengeluarkan pernyataan yang menista agama. Karena itu, Petrus meminta Polri mencari aktor intelektual dibalik penyebaran video tersebut.

"Sangat disesalkan. Kami meminta agar Polri mencari tahu siapa otak dan pelakunya," kata Petrus dalam siaran pers yang diterima Tajukflores.com di Jakarta, Senin (18/11).

Petrus pun mengklarifikasi pernyataan putri Proklamator RI Soekarno itu. Kata dia, apa yang beredar di masyarakat merupakan hasil editan. Agar tak menimbulkan polemik, Petrus juga meminta Divisi Humas Polri sebagai penyelengara acara untuk membuka utuh pidato Sukmawati ke publik.

Kepolisian diminta untuk segera mengklarifikasi guna mencegah penyalahgunaan terhadap video yang telah beredar secara tidak utuh dan bertujuan memprovokasi dan memecah belah umat," jelasnya.

Sebelumnya, Sukmawati dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penistaan agama. Laporan tersebut terdaftar tanggal 15 November 2019.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono telah membenarkan adanya laporan tersebut. Argo menyebut, pasal yang disangkakan dalam laporan itu adalah Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Pelapor menyebut diri sebagai pihak umat Islam yang merasa dirugikan atas pernyataan Sukmawati dalam sebuah acara diskusi. Pernyataan Sukmawati diduga menistakan agama Islam.

Petrus yang juga anggota Forum Advokat Pembela Pancasila (FAPP) ini
mengatakan, ketimbang Polri meneruskan laporan tersebut, sebaiknya yang menjadi fokus ialah mencari kebenaran isi pernyataan Sukmawati. Caranya, kata dia, mencari pelaku yang sengaja mengedit video Sukmawati yang dituding melakukan penistaan agama.

"FAPP mendesak Polri untuk segera menangkap dan menahan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan video rekaman yang tidak utuh dimaksud dengan tujuan untuk menimbulkan keresahan, kebencian di kalangan masyarakar bahkan perpecahan berdasarkan SARA," pungkasnya.

Oleh :

Artikel Terkait