News

Bupati Manggarai Hadiri Pelantikan 43 Ahli Madya di Unika Santu Paulus Ruteng

Senin, 18/11/2019 20:15 WIB

Bupati Manggarai, Deno Kamelus (ist)

Ruteng, Tajukflores.com - Bupati Manggarai Deno Kamelus menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah 43 Ahli Madya Kebidanan DIII Fakultas Kesehatan, Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng di Aula De Lelis Fakultas Kesehatan dan Pertanian (FKIP) Unika Ruteng, Senin (18/11).

43 Ahli Madya Kebidanan DIII Fakultas Kesehatan itu, dilantik dan diambil sumpah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Minggu, M.Kes.

Setibanya di kampus FKIP, rombongan Kadis Kesehatan, didampingi Bupati Manggarai Deno Kamelus, Kadis Kesehatan Manggarai dr.Yulianus Weng, M.Kes, Direktur RSUD dr.Ben Mboi Ruteng, dr.Frida Adur, bersama Wakil ketua IDI NTT Gilda Saina, SKM, Kepala Bidang SDM Kesehatan Dinkes Provinsi NTT Joyce Tibu Luji,SKMM, Kes, serta Kepala Seksi Pengembangan SDM Kesehatan Merpatinale, S.Sos, M.M.

Kadis Kesehatan NTT itu diterima secara adat Tuak Curu dan Manuk Kapu oleh ketua Yayasan Romo Roling Mujur, pr dan Dekan FKIP Pater David Djerubu, SVD.

Selanjutnya rombongan menuju Aula De Lelis tempat kegiatan pelantikan berlangsung. Selama perjalanan menuju Aula, rombongan diarak dengan tarian oleh mahasiswa, diiringi sapaan dan ucapan selamat datang dari seluruh dosen, pegawai dan mahasiswa.

Kadis Kesehatan Provinsi NTT Dominikus Minggu mengatakan, para lulusan yang dilantik dan diambil sumpah ,berdasarkan keputusan ketua STIKES Santu Paulus Ruteng nomor 084/SK-2/VII/K/ketua STIKES/2019 tanggal 27 Juli 2019.

‘’Setelah adik-adik dilantik, harus belajar baik-baik untuk ikut ujian kompetensi. Kalian harus punya STR baru bisa pegang pasien, atas nama Menteri, saya juga larang bagi yang belum miliki STR untuk pegang pasien, ‘’ ujarnya di hadapan mahasiswa yang dilantik.

Dominikus menjelaskan, sesuai undang-undang nomor 36 tahun 2014, di bidang kesehatan terdapat 13 jenis tenaga kesehatan.

‘’Jadi kalau di Ruteng, hanya ada kebidanan dan keperawatan, saya kira masih ada peluang buka jurusan atau program lain, seperti Gizi,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan meskipun penekanan angka Stunting mencapai angka 9,1%, namun diakuinya persoalan Stunting di beberapa daerah di NTT masih tinggi.

"Contoh di Kabupaten TTU. Kita perlu atasi persoalan ini bersama, baik Pemerintah maupun Universitas. Kita perlu siapkan tenaga-tenaga kesehatan di desa-desa,’’ ungkapnya.

Untuk itu, Pemprov NTT dalam hal ini Dinas Kesehatan kata Dia, telah menurunkan stok Program Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu-ibu yang sedang mengandung untuk didistribusikan ke desa-desa di wilayah NTT.

Di tempat yang sama, Bupati Manggarai Deno Kamelus menuturkan, kerja sama yang baik dari pemerintah, mulai tingkat pusat hingga ke daerah harus terus ditingkatkan.

Bupati Deno mengatakan  tantangan semakin besar,’’ Menurut ramalan para ekonom, IMF dan Bank Dunia, tahun depan kemungkinan terjadi resesi ekonomi, ada kelemahan-kelemahan ekonomi,’’ucap Bupati Deno menirukan kata-kata Presiden Jokowi, saat mengikuti rapat koordinasi di Jakarta beberapa hari lalu.

Bupati Deno mengatakan, tantangan bangsa Indonesia ke depan semakin berat," Yang bisa kita lakukan adalah memetakan masalah, bahu membahu, bergandengan tangan kemudian melangkah bersama menghadapi persoalan tersebut.

Menurut Bupati Deno, profesi bidan merupakan salah satu profesi yang sangat vital dan penting dalam pertumbuhan pengembangan Sumber Daya Manusia ‘’Saya harap dari pelantikan hari ini, ada manfaat bagi peningkatan SDM khususnya di Manggarai ,terutama dari sisi generasi-generasi berkualitas.

Bupati Deno menambahkan, dalam menyelesaikan sebuah persoalan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri dan dibutuhkan kerja sama yang tulus untuk mencapai sebuah keadaan yang lebih baik.

Sementara itu Dekan FKIP Pater David Djerubu mengatakan, angkatan yang dilantik ini merupakan angkatan peralihan dari STIKES ke UNIKA.

"Jujur saja, mereka yang dilantik ini lulusan STIKES, tapi ijasah mereka nanti akan disesuaikan dari UNIKA, ‘’ujar Pater david, disambut tawa para mahasiswa.

"Sumpah kalian hari ini, tidak hanya disaksikan kami di sini, tapi oleh Tuhan sendiri. Jadi jalankan sumpah dan janji itu dengan penuh tanggungjawab dan sebaik-baiknya,’’ sambungnya.

Pater David juga menjelaskan, di era Literasi Teknologi dan Digital para mahasiswa harus memiliki kemampuan menggunakan dan memanfaatkan teknologi ‘’Kalau kamu lulus kopetensi dan kerja, harus kalian manfaatkan juga teknologi. Tapi teknologi jangan abaikan karakter, kamu harus jadi orang-orang berkarakter,’’ katanya.

Dengan menguasai teknologi katanya, mahasiswa bisa berkomunikasi dan menjalankan tugas dengan baik untuk melayani masyarakat ‘’Tidak boleh gagap dengan teknologi, manfaatkan itu teknologi, tentu dengan hal-hal yang baik dan dapat menunjang kerja-kerja kalian ke depan,’’ pesan Pater David. 

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait