News

18 Diplomat Senior dari Kemenlu RI Kunjungi Kabupaten Manggarai

Rabu, 27/11/2019 14:42 WIB

Rombongan Diplomat Senior Kemenlu RI (Foto : Kominfo)

Ruteng, Tajukflores.com - Sebanyak 18 diplomat senior dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang sedang menempuh Pendidikan dan Latihan (Diklat) fungsional Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri ( SESPARLU ) angkatan ke 63 melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan di Kabupaten Manggarai.

Saat berkunjung ke Kantor Bupati Manggarai, para diplomat yang pernah bertugas di berbagai negara, antara lain India, Jepang, Belgia, Australia, Italia, dan Vatikan ini, diterima langsung Bupati Manggarai  Deno Kamelus dan Wakil Bupati Manggarai Victor Madur, bertempat di ruangan VIP Nucalale kantor Bupati Manggarai.

Mengawali kunjungan para diplomat senior ini, dilakukan penerimaan ritual secara adat Tuak Curu dan Manuk Kapu oleh tua adat. Lalu dilanjutkan dengan pengenaan selendang dan topi Manggarai.

Direktur UPT Sesparlu, June Kuncoro Hadiningrat mengatakan, kunjungan duta besar atau diplomat senior ke daerah-daerah, selain memperkuat diplomasi Indonesia dan diplomasi perlindungan juga bertujuan untuk mendapatkan masukan dan informasi dari daerah yang dikunjungi, baik terkait hal kedinasan, potensi ekonomi pariwisata, perdagangan, perikanan, persoalan tenaga kerja, buruh migran, konverensi maupun kunjungan pendidikan.

"Kajian mereka selama berkunjung ke daerah-daerah, akan dijadikan bahan diskusi dengan diplomat- diplomat dari negara lain,’’ ujarnya.

Yang tidak kalah penting kata Kuncoro adalah, memperkuat infrastruktur diplomasi yang didalamnya termasuk masalah keuangan, anggaran maupun SDM.

Kuncoro menjelaskan, Menteri Luar Negeri telah menetapkan empat prioritas kebijakan luar negeri Indonesia, pertama diplomasi ekonomi, kedua perlindungan Warga Negara Indonesia di luar negeri, ketiga mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia dan keempat menampilkan profil Indonesia di kancah Internasional.

Sesuai arahan presiden lanjut Kuncoro, penguatan SDM di Kementerian Luar Negeri terus menerus dilakukan.

"Jadi kita mengetahui tentang Manggarai, Labuan Bajo, mungkin tidak semua pernah ada di sini. Ini penting untuk bisa mempromosikan kebudayaan Indonesia di Luar Negeri dan membantu pemerintah daerah untuk berdiskusi terkait hal-hal apa yang bisa dikontribusikan," ujarnya, Rabu (27/11).

Menurut Kuncoro, di negara-negara lain para pejabat diplomatikan ditempatkan di beberapa Provinsi merupakan hal yang biasa.

"Untuk Indonesia, sudah kami lakukan di Papua, Jogyakarta, lalu Bengkulu dengan tujuan menjadi penasihat diplomatik. Jadi Dia (para diplomat) bisa kasih masukan terkait kerja sama maupun perjanjian Internasional," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Manggarai mengatakan, kehadiran rombongan ini, mudah-mudahan bisa membawa berkat bagi kabupaten Manggarai.

"Kain, selendang, topi yang Bapak ibu pakai ini, itu juga sudah ada tanda-tanda berkat dan juga pasti ada berkat-berkat lain ke depan,’’ ujar Bupati Kamelus, disambut tawa rombongan yang hadir.

Bupati Deno menjelaskan terkait geografis wilayah Manggarai yang 70% wilayahnya mencapai kemiringan 40 derajat ke atas dan sebagian besar masyarakat sebagai petani.

Dari angkatan kerja 131.000, yang bertani kurang lebih 60 hingga 70 %. Kontribusi yang paling besar dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sektor pertanian, sub sektor tanaman perkebunan ‘’Ada kopi, kemiri, cengkeh fanili dan lainnya,’’ ungkapnya.

Di hadapan rombongan, Deno juga menjelaskan mengenai kopi khas Manggarai Arabika yang telah memperoleh Sertifikat lintas Geografis dari Kementerian Hukum dan HAM.

"Bahkan ketika mengikuti festival kopi di beberapa daerah dan negara Eropa, kopi Manggarai mendapat bobot nilai yang bagus,’’ katanya.

Deno menjelaskan, meskipun jenis kopi Arabika namanya sama, namun nilai rasa sangat tergantung cuaca, ketinggian, iklim itu yang membuat kopi itu khas.

Sementara terkait pengembangan pariwisata, Bupati Deno mengatakan pariwisata akan terus bergulir dan berkembang, untuk itu Kabupaten Manggarai membuat program untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan pariwisata.

Untuk mendukung pariwisata di NTT, terutama Labuan Bajo, Pemkab Manggarai menginisiasi untuk memenuhi kebutuhan sayur yang ada di hotel-hotel di Labuan Bajo. Salah satu program unggulan Hortikultura.

"Prinsipnya kami mau hasilkan sebuah produk, tapi butuh dukungan terintegrasi dari semua OPD dengan kontribusi masing-masing untuk pengembangan hortikultura,’ ’katanya.

Simantri juga lanjut Bupati Deno, merupakan terobosan untuk mengatasi pengangguran, karena sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang masih menjadi andalan warga masyarakat.

Hal –hal lain juga dibahas saat sesi dialog antara Pemkab Manggarai dengan rombongan Diklat Sesparlu, diantaranya persoalan tenaga kerja Manggarai di luar negeri.

"Kami minta nomor kontak teman-teman di Deplu, apabila nantinya ada masalah dengan tenaga kerja kami di luar negeri untuk bisa dikoordinasikan dan bisa dicari jalan keluar,’’ pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Penjabat Sekda Angkat Anglus, Staf Ahli Bupati, Pimpinan Perangkat Daerah, sejumlah staf dan undangan lainnya. 

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait