Politik

Intervensi Pemerintah dalam Munas Partai Golkar Bukan Hal Baru

Sabtu, 30/11/2019 14:59 WIB

Politisi senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa (Foto: Sindonews)

Jakarta, Tajukflores.com - Politisi senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan intervensi pemerintah dalam pemilihan ketua umum Golkar bukan hal baru.

Ini menanggapi pernyataan kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang menyebut ada tiga menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menekan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 1 dan II Golkar untuk mendukung Airlangga Hartarto di
dalam Musyawarah Nasional ke-10 awal Desember 2019.

"Merespon soal itu saya tidak tahu-menahu. Tapi saya berangkat dari pengalaman selama ini, Golkar selalu saja dintervensi oleh kekuasaan negara, oleh eksekutif," kata Agun usai menggelar diskusi di kantor PARA Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (29/11).

Walau demikian, Agun yang juga telah menyatakan maju dalam pencalonan ketua umum Golkar ini meyakini intervensi itu tak melibatkanPresiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tapi jangan salah intervensi yg dimaksud itu, bukan dari Presiden. Karena saya yakin Jokowi nggak akan melakukan itu. Nggak mungkin (Jokowi) kepilih jadi Presiden jika dengan cara-cara seperti itu," ujarnya.

Tanpa mau menuding, Agun pun berharap agar menteri Jokowi tidak terlalu jauh mencampuri urusan Partai Golkar.

"Kalau emang betul-betul cinta demokrasi, betul-betul ingin selamat negeri ini, bangun parpol yg kuat dengan cara memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada pemegang hak kedaulatan rakyat," pungkasnya.

Sebelumnya, fungsionaris DPP Partai Golkar Syamsul Rizal menyebut, ada tiga menteri Presiden Jokowi yang menekan DPD I dan DPD II agar memilih Airlangga Hartarto di Munas. Hal tersebut berdasarkan pengakuan para DPD yang menghubunginya. 

"Jadi ada pembantu Presiden, saya gak mau sebut nama. Tapi ada tiga pembantu Presiden yang telepon DPD I dan DPD II dan kepala-kepala daerah untuk pilih Airlangga. Berpihak ke Airlangga," kata Syamsul pada Rabu (27/11) malam.

Intervensi tiga menteri tersebut dikatakan Syamsul, tidak diketahui Presiden Jokowi. Apalagi sejak awal Jokowi tidak ikut campur dalam urusan internal partai warisan Orde Baru itu.

Sementara, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menegaskan, pihaknya tak ikut campur dalam rumah tangga Golkar. Fadjroel dengan tegas membantah adanya tiga menteri Jokowi yang mengarahkan DPD I dan II Golkar untuk mendukung Airlangga.

"Tidak ada campur tangan dari Istana," kata Fadjroel Rachman di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (29/11).

Fadjroel menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu bersikap netral terhadap urusan parpol. Jokowi, kata dia, pun selalu menegaskan kenetralannya itu dalam setiap kesempatan.

Oleh : Alex K

Artikel Terkait