Travel

Liang Bua, Situs yang Menyimpan Sejarah di Manggarai

Sabtu, 30/11/2019 22:12 WIB

Situs Arkeologi, Liang Bua (Foto : Pesona Indonesia)

Tajukflores.com - Liang Bua merupakan salah satu gua yang memiliki potensi wisata yang mengagumkan di Kabupaten Manggarai, NTT.

Gua ini memiliki ukuran yang sangat besar, yakni dengan panjang 50 meter, lebar 40 meter dan tinggi 25 meter.

Dikarenakan ukuranya yang sangat besar, situs ini digunakan oleh masyarakat setempat sebagai tempat ibadah dan sekolah.

Gua ini terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, sekitar 14 km di utara Kota Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai.

Nama Liang Bua sendiri berasal dari Bahasa Manggarai yang artinya “gua” atau “lubang sejuk”. Liang Bua beserta gua-gua lainnya yang berada berdekatan telah lama digali oleh para arkeolog.

Penggalian tersebut dipercaya telah dilakukan sejak tahun 1930-an dan hasilnya dibawa ke Leiden, Belanda. Penggalian-penggalian terus dilakukan, baik di zaman kolonial Belanda hingga dilanjutkan di masa ini. 

Gua Liang Bua ini adalah situs arkelogi paling penting di dunia. Pasalnya, dari sinilah ditemukan fosil Homo Floresiensis atau Manusia Flores. 

Tinggi badan manusia Flores ini sekitar 100 cm dan beratnya hanya 25 kg. 

Penelitian itu dilakukan pada tahun 2001 dan merupakan kerjasama antara Pusat Penelitian Arkelologi Nasional bersama dengan University of New England, Australia.

Selain itu ditemukan juga artefak batu dan tulang-tulang binatang seperti stegodon (gajah purba), komodo, kura-kura, biawak, dan sebagainya. Secara keseluruhan lapisan yang mengandung temuan-temuan tersebut berumur antara 95.000 – 12.000 tahun yang lalu.

Diperkirakan Gua ini terbentuk sekitar 190.000 tahun yang lalu. Hal itu diketahui, dari uji laboratorium terhadap sampel sedimen di pojok selatan goa. 

Diketahui goa ini terbentuk dari arus sungai yang membawa bebatuan menembus gundukan bukit. Setelah melalui proses panjang, bebatuan itu menjadi batuan sedimentasi. 

Gua Liang Bua berhias staklatit cantik yang menjuntai dari langit-langit gua. Berkat penelitian dan penemuan tersebut, Gua Liang Bua semakin dikenal bukan hanya sebagai tempat wisata tetapi juga sebagai tempat penelitian kelas Internasional.

Liang Bua ini lebih terkenal sebagai tempat penelitian daripada tempat wisata. Magnet Liang Bua sebagai tempat penelitian terjadi sejak era 1960-an.

Saat itu, gua inimenjadi sebagai tempat kajian arkeologis yang menyimpan berlaksa daya tarik. Berdasarkan penelitian itu, tampak bahwa Gua Liang Bua dihuni manusia modern sejak 10 ribu tahun silam. Jauh sebelum itu, ada hobbit yang menjadikan gua tersebut sebagai rumah.

Di dalam Gua ini kita akan menemukan staklatit cantik yang menghias dan  menjuntai dari langit-langit gua.

Liang Bua dipercayakan telah dihuni oleh manusia modern sejak sepuluh ribu tahun silam.

 

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait