Notice: Undefined offset: 0 in /home/u1376522/public_html/detail.php on line 152

BPIP: Manfaatkan Teknologi untuk Penguatan Pancasila

Rabu, 11/12/2019 23:01 WIB

Kegiatan koordinasi BPIP dengan para Kepala/Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Indonesia di Medan. Rabu (11/12), Foto: Tajukflores.com/Ist.

Tajukflores.com - Direktorat Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengadakan kegiatan koordinasi BPIP dengan para Kepala/Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Indonesia di Medan, Rabu (11/12).

Acara ini dihadiri lebih dari 100 peserta ini mempunyai Tema "Gotong Royong Membumikan Pancasila dengan Nuansa Kearifan Lokal".

Acara ini dihadiri juga oleh Antonius Benny Susetyo Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Ani Purwanti Direktur Analis dan Sinkronisasi BPIP, dan Mirza Nasution Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Sumatera Utara sebagai narasumber.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Antonius Benny Susetyo menjelaskan terkait Pengarusutamaan Pancasila di Era Digital. Dalam penjelasannya Benny menegaskan bahwa masyarakat harus mengarusutamakan pancasila dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini.

"Masyarakat termasuk generasi milenial harus bisa mengarusutamakan pancasila dengan memanfaatkan kemajuan teknologi serta mempunyai gayanya sendiri," kata Benny.

Selain itu, Benny menegaskan bahwa masyarakat harus melawan konten negatif media sosial.

"Kita harus memerangi konten negatif di media sosial dengan konten positif,informatif, menghibur, dan inspiratif," ujar Benny.

Benny menambahkan bahwa generasi milenial khususnya yang sudah menjadi influencer di media sosial saat ini mempunyai nilai lebih untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.

"Influencer mempunyai nilai tukar dan nilai tambah karena mempunyai follower yang banyak. Adanya komodifikasi nilai tukar di sana," tambah Benny.

Benny menjelaskan bahwa saat ini konten yang menarik, unik, dan original akan mempunyai efek yang besar saat ini.

"Konten yang menarik, original, dan unik yang membuat efek yang besar bagi masyarakat tentunya harus merupakan konten yang positif," tegas Benny.

Sepaham dengan hal tersebut Mirza Nasution menjelaskan bahwa selain disesuaikan dengan kemajuan teknologi penanaman nilai-nilai Pancasila juga harus dilakukan dalam bentuk praktik bukan hanya verbal.

"Cara strategi tidak hanya dalam bentuk muatan verbal tetapi juga dalam bentuk prilaku. Sehingga terukur standar seperti apa prilaku yang sesuai dengan ideologi pancasila berserta sanksi bagi yang melanggar," jelas Mirza.

Dalam hal penguatan ideologi Pancasila, Ani Purwanti Direktur Analis dan Sinkronisasi BPIP menegaskan bahwa semua lapisan masyarakat bisa bahu membahu dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila khsusunya dalam kebijakan yang ada.

"Semua lapisan masyarakat teemasuk kelompok organisasi masyarakat bisa mengajukan peraturan-peraturan daerah yang dianggap tidak atau belum mencerminkan Pancasila," jelas Ani.

Oleh :

Artikel Terkait