News

Cari Jubir KPK, Firli Pertimbangkan SDM

Kamis, 26/12/2019 18:27 WIB

Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri (Foto: Antara)

Jakarta, Tajukflores.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri menyatakan jabatan juru bicara lembaga antirasuah itu sebetulnya sudah lama kosong. Karena itu saat ini tengah dicari jubir baru setelah Febri Diansyah tak lagi jadi corong informasi KPK dengan mempertimbangkan pembangunan SDM.

Firli membantah frasa bahwa Febri Diansyah mundur dari posisi yang selama ini dijalaninya itu.

"Sebenarnya bukan mundur, memang juru bicara itu kosong. Bukan mundur. Enggak ada mundur," kata Firli saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/12).

Firli lantas kembali menegaskan posisi juru bicara KPK itu sendiri sudah lama kosong, sehingga Febri selama ini harus rangkap jabatan dengan jabatan kepala biro humas lembaga antirasuah tersebut.

"Juru bicara memang kosong jadi harus kita isi. Kriterianya nanti tentu dipertimbangkan dengan pembangunan SDM saja. Sesuai kebutuhan," ujar dia.

Adapun siapa kelak yang akan menjadi juru bicara KPK, Firli menyatakan pihaknya tak akan menutup ruang buat siapapun. Entah dia unsur KPK dari Kejaksaan, Kepolisian, maupun sipil.

"Semua boleh. Kita terbuka, jika sesuai ketentuan boleh saja," kata jenderal bintang tiga polisi tersebut.

Hari ini diketahui Febri telah mengumumkan secara resmi bahwa tugasnya sebagai juru bicara KPK sudah selesai. Febri mengaku sudah bertemu dengan Ketua KPK Firli Bahuri dan pimpinan KPK lainnya soal ia tak lagi jadi jubir KPK.

"Terakhir, terkait dengan Juru Bicara KPK perlu saya sampaikan ini agar beberapa informasi juga jadi klir per hari ini tugas saya sebagai Juru Bicara KPK sudah selesai," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/12).

Febri mengatakan setelah tak jadi jubir, ia akan fokus bekerja sebagai Kepala Biro Humas KPK. Jabatan Kepala Biro Humas ini diembannya sejak Desember tahun 2016 lalu.

Selain jadi Kepala Biro Humas, selama ini Febri juga menjadi jubir. Hal ini menurutnya di atur dalam Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2015.

Tiga tahun berselang terjadi perubahan aturan internal yang memisahkan posisi Kabiro Humas dan juru bicara KPK. Febri mengungkapkan sebenarnya dirinya sudah mengusulkan agar posisi juru bicara KPK diisi. Namun, aku dia, pimpinan KPK era Agus Cs menolaknya.

Dalam pertemuannya dengan pimpinan hari ini, Febri mengklaim hanya berbicara bagaimana memaksimalkan kinerja di Biro Humas KPK. Terkait dengan posisi jubir, tutur dia, tidak dibicarakan lebih dalam. (CNNIndonesia/Tajukflores.com)

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait