News

Sekolah dan Kantor Desa di Sagu Masih Ditutup Warga

Rabu, 08/01/2020 17:33 WIB

SDI Kelapa Tiga di Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur masih ditutup oleh oknum warga setempat sebagai akibat dari proses pemilihan kepala desa Sagu yang dinilai tidak fair (Foto: Antara)

Kupang, Tajukflores.com - SDI Kelapa Tiga dan Kantor Desa Sagu di Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur hingga saat ini masih ditutup oleh warga setempat sebagai dampak dari persoalan pemilihan kepala desa Sagu.

Camat Adonara Ariston Kolot Ola membenarkan kondisi fasilitas umum tersebut yang masih ditutup warga setempat hingga saat ini.

"Sebelumnya ada empat sekolah yang ditutup tapi kami sudah lakukan pendekatan sehingga tiga sekolah sudah dibuka kembali dan hari ini (Rabu, 8/1) sudah beroperasi, hanya SDI Kelapa Tiga dan Kantor Desa Sagu yang belum dibuka," katanya.

Camat Adonara  mengatakan hal itu terkait dengan sejumlah fasilitas umum di Desa Sagu yang sebelumnya ditutup sekelompok warga pada Senin, 16 Desember 2019.

Aksi penutupan ini sebagai bentuk protes terhadap hasil pemilihan kepala desa setempat yang dinilai adanya kecurangan dari penyelenggara.

Ariston mengatakan, dalam peristiwa tersebut warga menutup sejumlah fasilitas umum di antaranya empat sekolah dasar, puskesmas, dan kantor desa.

Dia menjelaskan, dalam perjalanan, sejumlah fasilitas umum sempat dibuka kembali seperti puskemas dan sekolah dasar pada saat liburan akhir tahun 2019.

Namun, ketika proses belajar mengajar hendak dimulai kembali pada Senin (6/1) ada warga yang datang menyampaikan bahwa sekolah tersebut ditutup sehingga pihak guru dan pelajar terpaksa dipulangkan.

"Setelah kami lakukan pendekatan secara kekeluargaan dengan warga bersangkutan dalam dua hari terakhir, akhirnya tiga sekolah dibuka per hari ini (Rabu, 8/1), sisa satu sekolah dan Kantor Desa yang masih ditutup," pungkasnya.

Ariston mengatakan, sudah melaporkan persoalan tersebut kepada Bupati Flores Timur Antonius Hadjon, dan bupati menyerahkan persoalan tersebut agar diurus melalui jalur hukum.

Namun demikian, pihaknya akan mencoba kembali melakukan pendekatan secara kekeluargaan dengan warga sehingga persoalan tersebut bisa diselesaikan tanpa melalui jalur hukum.

"Dalam satu atau dua hari ke depan kami coba lakukan pendekatan lagi sehingga kami berharap agar semua fasilitas dibuka kembali dan beroperasi secara normal demi kepentingan banyak orang,” katanya. (Ant)


 

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait