Politik

Bupati Deno Dinilai Cocok Kembali Pimpin Manggarai 5 Tahun ke Depan

Rabu, 19/02/2020 22:42 WIB

Bupati Manggarai Deno Kamelus membuka Festival Adat Nusantara di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Rabu (9/10/2019). Foto: Tajukflores.com

Jakarta, Tajukflores.com - Bupati Deno Kamelus dinilai cocok untuk memimpin kembali Kabupaten Manggarai dalam lima tahun ke depan. Hal ini melihat pembangunan dan perubahan di wilayah Manggarai selama memimpin, baik selama menjadi wakil bupati mendampingi mantan Bupati Christian Rotok maupun dalam lima tahun belakangan.

"Ya, kita harus akui bahwa Bupati Deno sebenarnya cocok memimpin kembali Kabupaten Manggarai. Itu tidak salah," kata pengamat politik dari Universitas Kristen Indonesia (UKI), Alvitus Minggu kepada Tajukflores.com di Jakarta, Rabu (19/2).

Menurut pengamatan Alvitus, ada beberapa indikator yang membuat masyarakat percaya jika Bupati Deno merupakan figur yang tepat untuk wilayah Manggarai lima tahun ke depan. Salah satunya adalah pembangunan fisik sejak berduet dengan Christian Rotok.

"Duet mereka sukses menyatukan Manggarai melalui pembangunan jalan. Prestasi itu tidak bisa dipungkiri. Kemudian lima tahun kemarin dilanjutkan Bupati Deno. Masih ada yang kurang, ya itu namanya proses," jelas dia.

Alvitus menjelaskan, kinerja Bupati Deno sebenarnya sudah diakui Christian Rotok pada periode awal pemerintahan mereka. Saat mengadakan audensi dengan warga Manggarai Raya di Jakarta beberapa tahun lalu, Christian menyebut jika Deno merupakan seorang konseptor pembangunan yang handal.

"Itu diakui Pak Christ juga. Waktu itu dia mengatakan, "Saya ini hanya eksekutor, dan Pak Kamelus itu konseptor," kata dia.

Selain itu, Alvitus mengatakan wajah Kota Ruteng juga semakin baik dalam kepemimpinan Deno Kamelus. Menurutnya, masalah sampah yang disoroti selama ini tak bisa menjadikan ukuran jika Deno gagal memimpin Manggarai.

"Memang ada masalah sampah, tapi Pemda juga sudah bekerja keras. Harus diakui juga bahwa Kota Ruteng itu semakin baik. Kita harus jujur mengakui hal tersebut. Kita juga bisa berdosa kalau tidak mengakui prestasi Deno Kamelus," pungkas pengajar di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta ini.

Dia menambahkan, keberhasilan seorang pemimpin bukan sebenarnya dilihat dari seberapa banyak uang yang pernah dia sumbangkan kepada orang lain, melainkan kebijakannya.

 

Oleh : Alex K

Artikel Terkait