Ekonomi

4.000 UMKM Mabar Didorong Gunakan Teknologi Digital untuk Pemasaran Produk

Kamis, 20/02/2020 14:44 WIB

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana Tangkari (ketiga dari kiri) saat bersama para pelaku usaha di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (19/2/2020). (Antara/HO - Dinas Kominfo, Kabupaten Manggarai Barat.)

Notice: Undefined offset: 1 in /home/u1376522/public_html/detail.php on line 196

Notice: Undefined offset: 2 in /home/u1376522/public_html/detail.php on line 198

Labuan Bajo, Tajukflores.com - Sebanyak 4.000 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur didorong  menggunakan sistem teknologi digital untuk memudahkan pemasaran produk-produk yang dihasilkan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana Tangkari dalam kegiatan "DigiTalk" Pasar Digital Lokal Raih Peluang Global di Labuan Bajo, Kamis (20/2).

Menurut Septriana Tangkari, para pelaku usaha perlu memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produk UMKM sehingga mampu menembus pasar ekonomi global yang terus menggeliat.

Septriana Tangkari mengajak para pelaku UMKM lokal di Labuan Bajo untuk memanfaatkan e-commerce karena sudah hampir 6 juta pelaku usaha dari 60 juta pelaku usaha di Indonesia menggunakan sistem e-commerce dalam memasarkan hasil usaha.

"Program ini sudah ada sejak 2016 dan baru sekitar 10 persen pelaku usaha yang menggunakan sistem ini. Penggunaan sistem digital dalam memasarkan hasil usaha untuk memudahkan pelaku usaha di Labuan Bajo," ujar Septriana Tangkari.

Ia mengatakan, pasar digital berpeluang besar di tengah kemajuan ilmu dan teknologi secara global dalam pengembangan usaha.

"Membuat toko digital sangat mudah persyaratannya. Saat ini pemerintah telah memiliki program itu," kata Septriana Tangkari.

Ia menegaskan pembangunan sektor pariwisata yang terus menggeliat di ujung barat Pulau Flores ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui usaha produk-produk lokal yang bernilai ekonomi dan berdaya saing tinggi.

"Pelaku usaha UMKM Lokal di Labuan Bajo agar memanfaatkan sosial media seperti Instagram, tweeter, dan Facebook untuk memasarkan hasil produksinya sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang berguna. Bukan mengakses konten-konten yang tidak berguna," tegasnya.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla pada kesempatan itu mendorong para pelaku usaha untuk menggunakan sistem pemasaran hasil usaha secara daring dalam menjangkau konsumen.

"Uang yang beredar di Labuan Bajo sangat banyak tinggal bagaimana pelaku usaha menangkap peluang ini sehingga berdampak pada pembangunan ekonomi warga," pungkasnya.    

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait