Hukum

FPH Tolak Pernyataan Polda NTT Soal Kematian Anselmus Wora

Senin, 24/02/2020 17:50 WIB

Unjuk rasa terkait dugaan pembunuhan terhadap Anselmus Wora di depan Mapolda NTT beberapa waktu lalu (Foto: Antara)

Kupang, Tajukflores.com - Forum Peduli Hukum (FPH) menolak pernyataan Polda Nusa Tenggara Timur terkait kematian Anselmus Wora, seorang aparat sipil negara (ASN) di Kabupaten Ende, yang hanya disebut karena memiliki riwayat hipertensi.

Hal ini disampaikan menanggapi pernyataan dari Dirkrimum Polda NTT Kombes Pol Yudi AB Sinlaeloe kepada sejumlah wartawan pekan lalu yang menyatakan bahwa pihaknya menghentikan penyelidikan kasus itu, karena tidak cukup bukti.

"Pernyataan dari Direktur Kriminal Umum Polda NTT bertentangan dengan keterangan hasil otopsi yang dilakukan dan dijelaskan oleh dokter dari pusat laboratorium Polri, Danpasar Bali, " ujar Koordinator Umum Forum Peduli Hukum (FPH), Hildebertus Selly  di Kupang, Senin (24/2).

Selly mengatakan bahwa kesimpulan hasil penyelidikan sangat tidak memuaskan pihak keluarga, karena tidak cukup bukti, namun ketika ditanyai secara detail penyebab kasus itu, polisi sulit untuk menjelaskan lebih lanjut.

"Kami menilai bahwa pihak Polda NTT hanya menggunakan opini kedua (second opinion) yang bertentangan dengan pernyataan sebelumnya," katanya.

Pihaknya juga heran mengapa polisi menyatakan bahwa Anselmus Wora diduga meninggal akibat jantung. Padahal, sepengetahuan keluarga, korban Anselmus Wora tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

"Saya mencurigai ada sesuatu di balik kematian Anselmus Wora itu, sehingga penyidikannya tiba-tiba dihentikan," ungkapnya.

Lebih jauh, ia menambahkan siapapun pelakunya atau siapun yang menutupi kasus dugaan pembunuhan itu akan berurusan dengan darah Ansel.

Pihak keluarga, kata dia, tidak berhenti sampai di situ saja, walaupun polisi sudah menghentikan kasusnya. PIhak keluarga akan terus berjuang sampai ada penetapan tersangka. (Ant)

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait