Hukum

Ketua KPU Kembali di Periksa KPK Terkait Kasus Harun Masiku

Jum'at, 28/02/2020 11:25 WIB

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Arief Budiman (tengah) ketika diwawancarai. (Foto : rri.co.id)

Jakarta, Tajukflores.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Ketua KPU Arief Budiman terkait perkara korupsi pergantian antarwaktu anggota DPR pada Jumat, (28/2).

Rencananya, Arief akan dimintai keterangan seputar kasus dugaan suap penetapan politikus PDIP Harun Masiku sebagai anggota DPR periode 2019-2024 melalui mekanisme pergantian antar-waktu (PAW).

Dikatakan Arief, berdasarkan surat panggilan yang dia terima dari pihak KPK, agenda kali ini untuk melengkapi pemeriksaan sebelumnya. Arief sebelumnya pernah diperiksa sebagai saksi pada (28/1) lalu.

"Mungkin ada yang perlu dilengkapi," ujar Arief di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/2) seperti dilansir Liputan6.com.

Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang dari pemeriksaan pada Selasa, (25/2). Saat itu KPK dan Arief sepakat untuk menunda pemeriksaan lantaran banjir yang melanda Jakarta.

"Banjir. Aku sudah hadir. Tapi diinformasikan oleh pihak KPK karena akses ke sini, atau penyidik yang mau ke sini terkendala banjir, hadi dipindah, sebenarnya dipindahnya hari Rabu, tapi saya enggak bisa Rabu," ujarnya.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Arief sejatinya akan diperiksa untuk melengkapi berkas empat tersangka dalam kasus ini.

"(Pemeriksaan Arief Budiman) untuk keempat tersangka," ujar Ali Fikri ketika dikonfirmasi.

Sebelumnya KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Selain itu juga KPK menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Diantaranya mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam PAW caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp 400 juta.

 

Oleh : Fersin Waku

Artikel Terkait