News

Uskup Ruteng Keluarkan Instruksi Penanganan Corona, Misa Minggu Ditiadakan

Sabtu, 21/03/2020 19:19 WIB

Uskup baru Keuskupan Ruteng Mgr Siprianus Hormat memberkati umat saat misa penahbisan, Kamis (19/3/2020). Foto: Facebook Protokol Pemimpin Manggarai Barat

Ruteng, Tajukflores.com - Usai ditahbiskan menjadi Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat, Pr langsung mengeluarkan instruksi pastoral terkait wabah corona (Covid-19).

Instruksi pastoral yang ditandatangani pada Sabtu (21/3), ditujukan kepada Vikjen Keuskupan Ruteng, para vikep Keuskupan Ruteng, para imam, pimpinan biara dan seluruh umat se-Keuskupan Ruteng.

Diketahui, Kesukupan Ruteng melayani umat di tiga kabupeten, yakni Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Uskup Siprianus mengatakan, meski Keuskupan Ruteng belum masuk dalam kategori daerah terpapar, akan tetapi penyebaran corona sangat cepat.

"Karena itu, kita semua dalam ketenangan dan tanpa rasa panik yang berlebihan, harus terlibat dalam upaya pencegahan virus ini," " kata Siprianus dalam instruksi pastoral yang diterima Tajukflores.com, Ruteng, Sabtu (21/3).

Mengutip perikop 1 Korintus, 16:14, "Dalam semanagat kasih (Omnia in caritate) dan dengan memperhatikan instruksi pemerintah pusat, gubernur NTT dan imbauan Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng sebelumnya, Siprianus menginstruksikan beberapa hal:

1. Umat wajib memperhatikan dengan seksama protokol penyebaran virus corona yang dikeluarkan pemerintah.

2. Dalam menghindari kerumunan, perayaan misa hari Minggu dan harian, kunjungan kelompok, katekese umat, rekoleksi, jalan salib, ibadat tobat massal, latihan koor, dan pembinaan sakramen ditiadakan.

Umat dapat mengikuti misa melalui radio Ntala Gewang (hari Minggu, pukul 07.00 WIB dan harian pukul 06.00 WIB) dan misa-misa online dari pelbagai keuskupan.

3. Misa pribadi dengan warga pastoran atau dalam komunitas kecil, pelayanan minyak suci, pengakuan pribadi, babtisan darurat, komuni orang sakit, ibadat penguburan, dapat dijalankan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yakni memperhatikan jarak sosial, salam damai tanpa jabat tangan, dan ucapan tubuh Kristus dalam hati saja.

4. Umat hendaknya melaksanakan doa, ibabat, baca kitab suci dan jalan salib keluarga. Secara khusus perlu mendoakan agar badai virus corona cepat berlalu dan umat selalu dalam perlindungan Tuhan.

5. Paroki perlu bekerja sama dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk mendata umat berdasarkan kategori pelaku perjalanan dari daerah terpapar, kontak efek risiko rendah (pernah berkontak dengan orang dalam pemantauan/ODP), kontak erat risiko tinggi (pernah berkontak dengan pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP)).

6. Paroki perlu menggalang solidaritas dengan umat berupa perhatian, dana dan materi, dalam rangka pencegahan dan penangan kasus corona.

7. Sekolah-sekolah Katolik dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi mengikuti instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan anak-anak asrama perlu dirumahkan.

8. Pelayanan perayaan Pekan Suci akan disampaikan di kemudian hari.

Siprianus mengatakan, instruksi ini mulai berlaku hari ini juga, Sabtu (21/3) hingga Jumat (3/4).

"Perpanjangan masa berlakunya akan dibuat setelah melihat perkembangan situasi umum yang terjadi, dan akan diumumkan pada waktunya," pungkas Uskup Siprianus Hormat.

Oleh : Alex K

Artikel Terkait