News

Kapolri Larang Warga Berkumpul dalam Jumlah Besar

Minggu, 22/03/2020 15:26 WIB

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis ( Foto: Kompas)

Jakarta, Tajukflores.com - Kapolri Jenderal Idham Azis melarang warga menggelar acara yang sifatnya mengumpulkan orang dalam jumlah besar.

Hal itu tertuang dalam Maklumat Kapolri dengan nomor Mak/2/lll/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Maklumat itu dikeluarkan mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menerapkan sosial distancing (menjaga jarak sosial).

"Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlalu,” tulis Idham dalam Maklumat itu seperti dikutip Tajukflores.com, Minggu (22/3).

Adapun tindakan pengumpulan massa itu terdiri atas lima hal.

Pertama, pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, dan kegiatan lainnya yang sejenis.

Kedua, kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga.

Ketiga, kegiatan olah raga, kesenian dan jasa hiburan.

Keempat,  unjuk rasa, pawai dan karnaval, serta. Terakhir, kegiatan lainnya yang sifatnya berkumpulnya massa.

Dalam Maklumat itu, Idham juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

Ia juga meminta masyarakat selalu mengikuti informasi dan himbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

"Apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian dan/atau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan.

Idham juga mengatakan jangan terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi kepolisian setempat," pungkas Idham dalam Maklumat itu.

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait