News

APD Untuk Medis Tangani Covid-19 Terbatas, Ini Yang Dilakukan Pemkab Manggarai

Rabu, 25/03/2020 12:54 WIB

Bupati Manggarai membagikan masker pada warga, pada (23/3) sebagai bagian dari upaya penanganan corona di daerah ini. (Foto : protokol Manggarai)

Ruteng, Tajukflores.com - Pemerintah kabupaten Manggarai melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Ben Mboi Ruteng mengalami kekurangan alat perlindungan diri (APD) yang harus digunakan oleh tenaga medis dalam menangani pasien yang terjangkit wabah COVID-19. 

Banyak tenaga medis yang terpaksa menggunakan pengaman seadanya, termasuk mantel hujan, ketika hendak menangani ODP. 

Di RSUD dr. Ben Mboi sendiri, stok APD standar sangat terbatas dan telah digunakan untuk PDP 1 pada Selasa, (24/3).

Direktur BLUD RSUD dr. Ben Mboi Imaculata Veronika mengatakan sesungguhnya pihak RSUD Ruteng telah melakukan pemesanan APD dalam jumpa yang banyak beberapa waktu lalu, tetapi pesanan tidak datang sekaligus.

"Pesanan kita tidak datang sekaligus. Dan tidak bisa dapat dari 1 distributor, karena ada yang stok-nya terbatas dan ada yang melakukan pembatasan (pelayanan pemesanan) pada jumlah tertentu," ujar Imaculata mengutip protokol Manggarai.

"Besok pagi bisa dapat 10 dari Kupang. Dari Denpasar, baru bisa kirim hari Jumat. Dari Surabaya minta waktu Senin depan. Ada yang dari Jakarta, jumlahnya 150 dikirim sejak tanggal 20, sudah sampai Kupang. Yang dari Jakarta itu dihubungi Ibu Naf (dr. Nafsiah Mboi)," ujarnya.

Imaculata menjelaskan hitungan pemesanan awal mereka adalah sebanyak 200 APD.

"Tapi semua tergantung ketersediaan barang di distributor. Ada yang stock out. Ada yang batasi jumlah pesanan. Ada yang baru bisa minggu depan, dan seterusnya. Makanya yang terjadi, yang hari ini siap, kita pesan," katanya.

Imaculata juga turut apresiasi pada semua pihak yang turut peduli dan mau membantu APD untuk RSUD dr. Ben Mboi.

"Beberapa berkenan membantu. Sudah ada yang kirim APD, semoga Jumat bisa sampai. Kita bersyukur untuk kepedulian besar itu," tandasnya.

Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H., M.H. di sela kegiatan pemantauan penanganan Covid-19 di kelurahan-kelurahan di Kecamatan Langke Rembong pada Senin, (23/3) mengatakan pemkab Manggarai sendiri telah menyiapkan alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 di daerah ini.

Anggaran tersebut, kata Bupati Deno, bersumber dari APBD yang sengaja disiapkan untuk penanganan hal-hal yang tidak terduga seperti pandemi Covid-19 ini.

“Biasanya anggaran ini kita gunakan untuk penanganan bencana alam. Tetapi tahun kita alihkan anggaran itu untuk tanggap darurat bencana non alam, yakni Covid-19," ujar Bupati Deno.

Bupati Deno menambahkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah sedang mendiskusikan soal pergeseran anggaran untuk membantu kesiapan RSUD dr. Ben Mboi, termasuk pemesanan APD, disinfektan, serta kebutuhan lainnya.

Namun Ketua Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai ini mengakui kesulitan mendapatkan alat-alat penunjang yang mendukung upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Kita punya uang. Kita bisa melakukan pergeseran anggaran sesuai dengan petunjuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan, tetapi dalam kondisi ini kita masih sulit mendapatkan itu. Oleh karena itu kami akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Propinsi dan Pusat dalam hal pengadaan alat itu,” pungkas Bupati Deno.

Oleh : Fersin Waku

Artikel Terkait