News

Formapena Tolak Surat Edaran Pemda Ngada Terkait Pengisian Data Pribadi

Senin, 06/04/2020 18:17 WIB

Ketua Umum Forum Mahasiswa dan Pemuda Ngada (Formapena) Jabodetabek Emild Kadju. Foto: Istimewa

Jakarta, Tajukflores.com - Ketua Umum Forum Mahasiswa dan Pemuda Ngada (Formapena) Jabodetabek Emild Kadju menolak tegas surat edaran Pemerintah Kabupaten Ngada, NTT dalam bentuk Google Form terkait pengisian data diri mahasiswa Ngada di luar daerah.

"Ya, kami secara tegas, atas nama Formapena Jabodetabek menolak surat pendataan diri mahasiswa Ngada. Kami menilai bahwa Pemda Ngada tidak profesional. Masa minta data diri lengkap termasuk NIK, nomor kontak sampai ke nomor rekening pribadi pakai Google Form? Yang benar saja. Data orang bisa ditarik lho," kata Emild di Jakarta, Senin (6/4).

Alumni STFK Ledalero ini juga mengatakan bahwa data-data yang disimpan di Google Form itu akan masuk ke data base luar. Alasannya, pembuat google form hanya admin, bukan super admin yang bisa keluar masuk mengakses data tanpa diketahui admin.

"Kenapa saya katakan tidak profesional? karena pembuat google form hanya admin, bukan super admin yang bisa keluar masuk mengakses data tanpa diketahui admin. Harusnya Pemda buat aplikasi sendiri. Bukan pakai Google Form," lanjut Emild.

Ia juga mengatakan bahwa surat edaran dari Pemda Ngada tidak menjelaskan apa-apa selain memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Surat dari Pemda Ngada tidak menjelaskan apa-apa. Hanya ditulis untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Lalu nomor rekening dan data-data pribadi lainnya untuk apa? Ini harus dijelaskan Pemda," tegas Emild.

Mahasiswa pascasarjana komunikasi politik ini juga mengatakan bahwa tidak ada jaminan data pribadi mahasiswa akan aman.

"Dari NIK yang diminta, orang bisa akses KK. Dari KK, orang bisa satu nama gadis Ibu kandung yang biasa dipakai saat orang membuat rekening di bank. Selain itu, ada juga nomor rekening yang diminta untuk didata dan ada juga nomor kontak, alamat lengkap, dan tanggal lahir. Semua persyaratan pencurian data pribadi sudah ada. Lantas, apakah Pemda Ngada mau bertanggung jawab?" kata Emild.

Ia juga mengatakan bahwa sikap Formapena tetap tegas menolak mengisi Google Form dari Pemda Ngada. Putra Golewa ini juga menambahkan bahwa Pemda Ngada kekurangan tenaga IT profesional.

"Pemda Ngada kekurangan tenaga IT profesional. Google Form itu model standar yang biasa dipakai mahasiswa untuk buat questioner dalam rangka keperluan kuliah. Masa sekelas Pemda jadinya sama seperti mahasiswa semester awal. Pemda harusnya lebih profesional. Buatlah aplikasi sendir yang khusus untuk mendata mahasiswa Ngada di luar daerah," jelas Emild.

Dibuat mahasiswa di Yogyakarta

Terpisah, mantan Ketua Keluarga Besar Ngada Yogyakarta (KBNY) Ardin Liko mengatakan pengisian data pribadi melalui Google Form yang muncul WhatsApp tidak jelas tujuannya. Setelah ditelisik, pembuat Google Form itu merupakan seorang mahasiswa asal Ngada yang menempuh studi di Yogyakarta.

"Ini terkesan tidak profesional, karena tidak ada kejelasan sama sekali. Yang pertama, katanya itu di minta oleh Pemda Ngada. Namun setelah saya lacak, ternyata Google Form itu di buat oleh salah satu mahasiswa Ngada yang sekarang di Jogja. Dan katanya Pemda Ngada menghubungi dirinya untuk pendataan mahasiswa yang ada di Jogja," ujar Ardin.

Menurut Ardin, Pemda Ngada seharusnya menjelaskan secara terbuka tujuan pendataan mahasiswa Ngada yang berada di liar NTT. Dengan demikian tidak menimbulkan kebingungan bagi mahasiswa asal Ngada. Jangan sampai pendataan itu terkait perhelatan Pilkada 2020.

"Ada kekhawatiran dari kami jangan sampai terjadi penyalagunaan data identitas pribadi. Dan kalau memang ada kepedulian dari pemerintah Ngada dalam hal bantuan kepada mahasiswa Ngada luar NTT, seharusnya di jelaskan terperinci dari awal.

Dia pun mengatakan akan menghentikan pengisian Google Form hingga ada penjelasaan dari Pemda Ngada.

"Kami stop untuk mengisi Google Form tersebut dan lebih memilih mendengar himbauan pemerintah pusat untuk tetap berada di rumah atau kos. Jaga jarak itu lebih efektif," pungkasnya.

Oleh : Alex K

Artikel Terkait