Hukum

Polres Mabar Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Bawah Umur di Bukit Cinta Labuan Bajo

Sabtu, 02/05/2020 18:08 WIB

Pelaku pencabulan saat diamankan tim gabungan di kampung Coco Sangge, Desa Kenda, Kecamatan Wae Ri`i, Kabupaten Manggarai, Jumat (1/5/2020). (Foto: Pos Kupang)

Labuan Bajo, Tajukflores.com - Polres Manggarai Barat (Mabar) bersama Polres Manggarai berhasil menangkap MAB (19), pria yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur  berinisial R (13) pada Jumat (1/5) pukul 08.30 Wita.

Pelaku merupakan warga Lamantoro, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar. MAB dibekuk setelah dilaporkan pada Sabtu (25/4) lalu. 

Penangkapan pelaku terjadi setelah perbuatannya dilaporkan oleh keluarga korban berdasarkan laporan polisi Nomor LP/61/IV/2020/NTT/Res Mabar.

Diketahui, pelaku mencabuli korban di Bukit Cinta Labuan Bajo dengan ancaman kekerasan pada Sabtu (25/4) malam.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Mabar, Iptu Ridwan saat dihubungi pada Rabu malam.

"Pelaku diamankan di kampung Coco Sangge, Desa Kenda, Kecamatan Wae Ri`i, Kabupaten Manggarai," ujarnya, mengutip Pos Kupang.

Saat ini, kata Iptu Ridwan, sementara terduga pelaku diamankan di Polres Manggarai untuk proses hukum selanjutnya dan akan digelandang ke Mapolres Mabar.

Diberitakan sebelumnya, R (13), warga Labuan Bajo, Kabupaten Mabar menjadi korban pencabulan seorang pemuda MAB (19).

Peristiwa nahas yang menimpa korban terjadi di Bukti Cinta Labuan Bajo pada Sabtu (25/4) sekitar pukul 23.00 Wita.

Pelaku yang bertempat tinggal di sebuah kos di Labuan Bajo itu, mencabuli korban secara paksa dan mengancam korban dengan kunci motor yang ditodong ke leher korban.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Mabar, Iptu Ridwan, Selasa (28/4).

"Korban dipaksa oleh pelaku menggunakan kekerasan dan ancaman kekerasan, sehingga korban ketakutan dan pasrah saja demi keselamatan dirinya," ujarnya.

Kejadian tersebut, kata Iptu Ridwan, berawal dari pelaku yang merupakan kenalan dari korban mengajak korban ke luar rumah untuk menuju sebuah kosan untuk sebuah kegiatan bersama sejumlah rekannya.

Kemudian, pelaku meminta izin kepada kakak laki-laki korban dan berjanji akan mengantar korban kembali ke rumah sebelum pukul 21.00 Wita.

"Setelah itu, korban pun mengikuti pelaku dan saat pukul 21.00 Wita, korban meminta untuk pulang kepada pelaku," katanya.

Pelaku memenuhi permintaan korban untuk pulang, namun saat perjalanan pulang, pelaku malah mengajak korban untuk jalan-jalan ke TPI Labuan Bajo dan sempat membelikan cemilan untuk korban.

"Pelaku berhenti di sebuah kios dab memberikan uang sebesar Rp 20 ribu kepada korban untuk membeli jajan dan camilan. Uang kembalian dari belanja sebesar Rp 10 ribu diberikan juga kepada korban," ungkapnya.

Pelaku yang harusnya mengantarkan korban ke rumahnya ternyata membawa korban ke Bukit Cinta dengan dalih ingin mengajak korban berjalan-jalan.

Pelaku saat itu menceritakan terkait kisah cintanya dengan istrinya kepada korban, namun korban tidak menggubris dan tiba-tiba pelaku menidurkan korban di tanah dan menckik leher korban.

"Saat itu pelaku menindih tubuh korban di tanah dengan mengancam yaitu pelaku menekan leher korban menggunakan kunci motor dan mengatakan kalau korban teriak akan dibunuh oleh pelaku," ujar Iptu Ridwan mengulangi ancaman pelaku terhadap korban.

Korban yang tak berdaya hanya pasrah dan pelaku melancarkan aksinya dengan mencabuli korban.

Usai mencabuli korban, pelaku lalu meminta korban untuk menaiki motor untuk kembali ke rumahnya.

Korban sempat meminta kepada pelaku untuk diantarkan ke rumah sakit terdekat karena merasa sakit setelah dicabuli pelaku.

Mendengar permintaan korban, pelaku malah kembali mengancam korban agar tidak menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada siapapun.

"Pelaku mengancam korban jika ke rumah sakit atau polisi, maka pelaku tidak segan kepada korban, karena ketakutan korban hanya mengiyakan saja," kata Iptu Ridwan.

Selanjutnya, korban yang sudah tak berdaya malah diturunkan di kos yang sebelumnya dijadikan tempat untuk berkumpul dan melakukan kegiatan.

Akhirnya, korban harus berjalan kaki dengan rasa sakit yang dialami dan tiba di rumahnya tengah malam.

Korban yang tiba di rumahnya langsung masuk untuk beristirahat di kamarnya, namun karena tidak dapat menahan rasa sakit akibat dicabuli, korban akhirnya menceritakan peristiwa tersebut kepada kakaknya.

Kakak kandung korban yang mendengarkan peristiwa naas tersebut tidak terima dan langsung mendatangi Mapolres Mabar untuk melaporkan kejadian tersebut

"Korban saat itu menangis dan menceritakan kejadiannya kakaknya, lalu kasus tersebut dilaporkan ke Polres Mabar," ujarnya

Selanjutnya, kata Iptu Ridwan, pihak kepolisian tengah melakukan pemburuan terhadap pelaku pencabulan gadis 13 tahun yang dicabuli di sebuah tempat bernama Bukit Cinta di daerah itu.

Iptu Ridwan mengatakan, telah mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut yakni motor milik pelaku beserta kunci motor yang digunakan pelaku dan pakaian.

Kasus tersebut dilaporkan pada Sabtu malam oleh keluarga korban dan saat ini dalam tahap penyelidikan.

"Saat ini penanganan perkara dalam tahap penyelidikan nomor : SP Lidik /80/IV/2020/ Sat Reskrim tanggal 26 April 2020," ujarnya.

Sementara itu, usai melakukan pemeriksaan awal, korban selanjutnya menjalani Visum Et Repertum.

"Kami sedang berkoordinasi dengan petugas rumah sakit untuk hasil Visum Et Repertum korban," jelasnya.

Pihaknya pun telah meminta keterangan dari sejumlah pihak sebagai saksi petunjuk dalam kasus tersebut.

Aparat kepolisian juga telah memeriksa dan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Oleh : Fersin Waku

Artikel Terkait