News

Pemkab Sumba Timur Siapkan Hotel dan Puskesmas Tempat Karantina PMI

Selasa, 19/05/2020 15:37 WIB

Bupati Sumba Timur, Provinsi NTT Gidion Mbilijora. (FOTO ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Tajukflores.com - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan puskemas dan hotel di daerah setempat sebagai tempat karantina para pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan dipulangkan guna mencegah munculnya klasterbaru penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

“Dari awal memang kami sudah siapkan ada satu puskesmas yang baru dibangun tahun lalu dan satu hotel kelas melati untuk karantina para pekerja migran Indonesia yang akan dipulangkan,” ujar Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, dalam keterangan yang diterima di Kupang, Selasa (19/5).

Gidion mengatakan hal itu berkaitan dengan kesiapan Pemkab Sumba Timur dalam menangani pemulanganan para PMI yang dijadwalkan akan terjadi pada akhir Mei 2020.

Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang mencatat jumlah PMI secara keseluruhan asal NTT yang akan dipulangkan pada akhir Mei 2020mencapai 4.200 orang, yang berasal dari berbagai daerah di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

Bupati Gidion Mbilijora mengatakan pihaknyabelum mengantongi data yang pasti terkait jumlah PMI asal Sumba Timur di luar negeri.

“Namun berapa pun yang dipulangkan dan itu warga Sumba Timur maka tetap saja kami layani,” katanya.

“Hanya saja ketika masuk tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang ada seperti harus ada hasil rapid test dari daerah asal dan sebagainya,” tambahnya.

Ia mengatakan pihaknyamenyiapkan fasilitas untuk karantina tersebut guna mencegah munculnya klasterbaru penyebaran COVID-19 di wilayah kabupaten paling timur Pulau Sumba itu.

Ia menambahkanpuskesmas yang disiapkan juga cukup layak dan nyaman untuk ditempati, demikian juga hotel kelas melati di Kota Waingapu.

“Kemudian terkait dengan kesejahteraan mereka (PMI), pemerintah tetap tidak tutup mata karena mereka warga Sumba Timur sehingga akan kami tangani,” pungkas Gidion Mbilijora. (Ant)

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait