News

Wabup Flotim Sebut Semua PMI Yang Pulang Wajib Ikuti Protokol Covid-19

Kamis, 21/05/2020 14:40 WIB

Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli. (Foto: Antara)

Kupang, Tajukflores.com - Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Boli menegaskan, semua pekerja migran Indonesia (PMI) asal daerah itu, yang akan kembali ke kampung halaman, wajib mengikuti protokol COVID-19 yang telah ditetapkan.

"Pemerintah daerah Flores Timur akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan juga pemerintah provinsi untuk kepentingan penanganan, tetapi yang pasti bahwa semua yang pulang wajib mengikuti protap COVID-19," ujar Agus Payong Boli, Kamis, (21/5).

Ia mengatakan hal itu, berkaitan dengan kesiapan pemerintah daerah soal rencana kepulangan ribuan TKI asal NTT dari luar negeri, karena Flores Timur merupakan salah satu daerah lumbung PMI di NTT.

Menurut Agus, Pemerintah daerah Flores Timur tentu siap menerima kedatangan PMI, khususnya asal daerah itu, hanya perlu dilakukan koordinasi untuk memastikan tata cara penerimaan, serta data pasti mereka yang akan tiba di Flores Timur.

Apalagi, kata dia, jika jumlah PMI yang datang dalam jumlah banyak, sehingga perlu ada persiapan untuk dilakukan karantina.

"Intinya Pemda Flotim siap menerima karena itu masyarakat kami, tetapi tata caranya kami harus koordinasi, karena berkaitan dengan karantina, dan terutama rapid test terhadap mereka," tandasnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu menyebutkan 4.200 orang pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri akan dipulangkan ke NTT pada akhir Mei 2020.

"Mereka dipulangkan sebagai dampak pandemi COVID-19," ujarnya saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kupang, Senin (18/5) terkait adanya gelombang pemulangan 34 ribu PMI di luar negeri pada Mei hingga Juni 2020.

Marianus menjelaskan, dari jumlah itu, PMI asal Provinsi NTT yang akan dipulangkan sebanyak 4.200 orang.

Pemerintah NTT, kata dia, akan melakukan pengawasan serta mengontrol secara ketat terhadap pemulangan 4.200 orang PMI ke berbagai daerah di NTT.

Menurutnya, ada sejumlah prosedur tetap (protap) yang dilakukan pemerintah di daerah terkait penanganan PMI asal luar negeri yang dipulangkan ke NTT dalam mencegah penyebaran COVID-19 seperti pemeriksaan kesehatan dan karantina. (Ant)

Oleh : Fersin Waku

Artikel Terkait