News

Pintu Perbatasan Jadi Polemik, Ini yang Disepakati Kabupaten Manggarai dan Mabar

Jum'at, 22/05/2020 19:39 WIB

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat menyepakati penjagaan bersama di wilayah perbatasan dua Kabupaten tersebut, di Weri Pateng. Foto: Tajukflores.com/Ist

Ruteng, Tajukflores.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat menyepakati penjagaan bersama di wilayah perbatasan dua Kabupaten tersebut, yakni di Weri Pateng.

Sebelumnya , Pemerintah Kabupaten Manggarai membangun posko dan portal di kawasan itu untuk memeriksa pelaku perjalanan yang melintas di dua kabupaten tersebut.

Keputusan tersebut sempat menjadi polemik sebab warga Mangggarai Barat yang bertempat tinggal di lokasi tersebut mengaku mengalami kesulitan jika hendak ke lahan pertanian milik mereka yang berada di seberang portal.

Menyusul situasi tersebut, Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong bertemu dengan Bupati Manggarai Deno Kamelus, dan Wakil Bupati Manggarai Victor Madur untuk mencari solusi agar posko yang dibangun untuk mengantisipasi meningkatnya penyebaran Covid-19 tidak lantas menyulitkan mobilitas warga sekitar lokasi.

Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di dua Kabupaten ini menyepakati beberapa hal.

"Pertama, portal di Weri Pateng tetap ada dan dijaga bersama. Untuk kepentingan itu, Kabupaten Manggarai Barat membangun satu posko di lokasi yang tidak jauh dari posko milik Kabupaten Manggarai," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Ludovikus D. Moa dalam siaran pers yang diterima Tajukflores.com, Jumat (22/5).


Kedua, kata Ludovikus, meski ada dua posko di kawasan tersebut namun setiap pelaku perjalanan hanya akan diperiksa satu kali, dengan pembagian: pelaku perjalanan dari Kabupaten Manggarai akan diperiksa oleh Gugus Tugas C19 Manggarai Barat dan sebaliknya, pelaku lerjalanan dari Kabupaten Manggarai Barat akan diperiksa oleh Gugus Tugas C19 Kabupaten Manggarai.

"Dalam hal ini, koordinasi dan komunikasi antar-petugas posko selalu dilakukan," ujarnya.

Ketiga, mitigasi terkait warga yang datang dari Manggarai dan Manggarai Barat yang mengalami gejala yang menyerupai C19 akan dilakukan oleh masing-masing Gugus Tugas.

"Artinya, penanganannya disesuaikan dengan panduan setiap Gugus Tugas," lanjut Ludovikus.

Dia menambahkan, posko Kabupaten Manggarai sendiri tetap dijaga selama 24 jam sehari sedangkan posko Kabupaten Manggarai Barat, sampai saat ini aktif mulai pukul 08.00 Wita sampai 18.00 Wita.

Oleh : Alex K

Artikel Terkait