Gaya Hidup

Tahukah Kalian Asal Muasal Nama Jokowi? Ini Kisahnya

Minggu, 21/06/2020 13:11 WIB

Presiden Jokowi (kiri), Bernad Chene (tengah) dan Iriana (kanan). Foto: Kaskus

Jakarta, Tajukflores.com - Tanggal 21 Juni 1961 merupakan hari lahirnya Presiden Joko Widodo, tepatnya di Surakarta, Jawa Tengah, di Rumah Sakit Brayat Minulyo.

Suami dari Iriana ini merupakan anak sulung dari pasangan Widjiatno Notomihardjo dan Sudjiatmi.

Jokowi memiliki tiga orang anak, yaitu Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep. Terlahir dengan nama Mulyono, namun Joko Widodo akrab dipanggil dengan nama Jokowi. Namun, tahukah kamu asal nama tersebut?

Melansir akun youtube Presiden Joko Widodo, nama Jokowi ternyata dicetuskan oleh mitra usaha lamanya di Paris, yaitu Bernard Chene. Alasan dia mengganti nama menjadi Jokowi sangatlah sederhana. Bernard sendiri merupakan pengusaha yang membawa Jokowi merambah ekspor meubelnya ke Eropa.

Awalnya, dia berbisnis dengan paman Jokowi yang berdomisili di Solo. Dari situlah, awal perkenalannya dengan Jokowi yang saat itu baru saja lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Kehutanan. Bernard mengaku pertama kali bertemu dengan Jokowi pada pertengahan tahun 1999.

“Kami terbiasa punya nama panggilan singkat. Dan nama Joko Widodo terlalu panjang buat saya. Kemudian saya tanya beliau, kalau tidak keberatan boleh saya panggil Jokowi saja? dan begitulah awal ceritanya," kata Bernard.

Bernard yang juga sahabat Jokowi ini senang, karena panggilannya dulu ke Jokowi menjadi panggilan bagi rakyat Indonesia.

"Nama ini awalnya hanya antara saya dan dia, sekarang semua orang memanggilnya. saya tidak apa-apa. senang tidak sedih tidak, yah mungkin sedikit senang karena saya yang membuatnya," ujarnya.

Setelah malang melintang di dunia politik hingga menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia, tidak lantas membuat Jokowi melupakan sahabatnya itu. selalu menyempatkan diri untuk bertemu Bernard saat berkunjung ke Paris, Prancis.

"Saya kira tak mungkin karena dia presiden, namun pada hari Minggu (saat berkunjung ke Paris), saya dapat telepon dari Indonesia embasy mengatakan akan bertemu di siang hari, ini sangat mengejutkan," katanya.

Oleh : Fersin Waku

Artikel Terkait