Hukum

Korupsi Bank NTT, Viktor Laiskodat Serahkan ke Penegak Hukum

Sabtu, 27/06/2020 14:23 WIB

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat. (Foto : Tribunnews)

Kupang, Tajukflores.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyerahkan penanganan kasus kredit macet di Bank NTT cabang Surabaya kepada penegak hukum.

"Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja kejaksaan dalam penanganan kasus di Bank NTT. Terima kasih kepada Pak Kepala Kejati dan jajarannya atas kerja kerasnya dalam menangani masalah ini," kata Biro Humas dan Protokol NTT, Jelamu Ardu Marius saat konfersi pers di Kupang, Rabu (24/6) mengutip Pos Kupang.

Marius mengatakan, saat ini Gubernur VBL sedang melakukan kunjungan kerja ke Flores, namun tetap memantau perkembangan di seluruh wilayah kerjanta. Termasuk kinerja Kejaksaan Tinggi yang berhasil mengamankan uang Bank NTT dari debitur. Dia juga mengatakan jika Viktor Laiskdoat tidak akan mengintervensi kasus ini.

"Mudah-mudahan kerja keras ini lebih ditingkatkatkan ke depan untuk membangun NTT yang bebas korupsi. Mimpi gubernur dan wakil gubernur adalah NTT akan jadi provinsi maju di mana semua komponen masyarakat baik ASN, TNI-Polri, kejaksan dan semua komponen masyarakat lainnya bekerja sama," kata mantan Kepala Dinas Pariwisata tersebut.

Marius mengatakan Viktor memberikan perhatian besar terhadap kasus bank NTT karena pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten kota se-NTT adalah pemegang saham terbesar.

"Ini juga pesan moral kepada seluruh masyarakat, mari kita membangun NTT dengan akuntabilitas, dengan transparansi yang tinggi dengan menghilangkan korupsi," ucap Marius.

Terhadap pengusutan kasus bank NTT ini, Marius mengungkapkan pemerintah provinsi menyerahkan sesuai mekanisme yang ditetapkan.

"Gubernur tidak akan mengintervensi kasus ini. Ini independen. Sudah ada protapnya, presiden saja tidak mengintervensi hukum. Kami percayakan saja pada bapak-bapak jaksa," kata dia.

Marius menyatakan upaya penegakan hukum tersebut merupakan langkah maju agar bank NTT semakin dipercaya oleh publik.

"Tentu kami harapkan bank NTT ke depannya menjadi bank yang akuntabel. Kami lihat berdasarkan statement OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bahwa akumulasi kredit macet tidak boleh lebih dari lima persen. Sementara bank NTT kredit macetnya 4,2 persen. Itu berarti bank ini adalah bank sehat. Karena itu masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir simpan uang di bank NTT," tutur Marius.

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati NTT Abdul Hakim menyampaikan ungkapan terima kasih atas apresiasi dari pemerintah atak kerja keras pihaknya.

"Alhamdulilah, selain uang (yang disita) kemarin, kami juga mengamankan beberapa aset milik tersangka. Untuk sementara total keseluruhan yang bisa diselamatkan kurang lebih Rp 100 miliar. Masih sisa Rp 26 miliar lebih kalau berdarkan kredit macet yang terjadi sekitar Rp 126 miliar," kata dia.

Abdul Hakim menambahkan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang, kejaksaan akan melakuak upaya pengawasan dan pencegahan.

"Kepala Kejaksaan Tinggi berpesan mungkin setelah ini tim Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara) akan dilibatkan untuk membenahi Bank NTT. Untuk memberikan pertimbangan hukum dan lain-lain, jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini," ucapnya.

Diketahui, saat konferensi pers, Senin 22 Juni 2020, Kepala Kejati NTT Yukianto menyampaikan jajarannya berhasil menyita uang sekitar Rp 9,5 miliar dari salah satu tersangka kasus kredit macet Bank NTT cabang Surabaya.

Oleh :

Artikel Terkait