Ekonomi

Chomabee, Souvenir Cita Rasa Lokal dari Labuan Bajo

Jum'at, 03/07/2020 21:15 WIB

Brand lokal Chomabee. Foto: Istimewa

Jakarta, Tajukflores.com - Chomabee merupakan salah satu brand lokal dari Labuan Bajo, Manggarai Barat. Chomabee sudah dikenal luas sebagai salah satu souvenir yang diburu wisatawan saat berkunjung ke Labuan Bajo.

Pemilik Chomabee, Joviallo Satriano Valentino mulai merintis usahanya sejak tahun 2009. Berbekal kreatiftasnya dalam mendesain, ia telah sukses menjadi seorang wirausahawan.

Rino, sapaan akrab Joviallo mengaku usaha itu dirintisnya ketika tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Ia dan sejumlah rekan mahasiswanya membuka usaha merchandise dan souvenir seperti baju, piring, muk dan sebagainya.

"Jadi usaha ini bisa dibilang sebagai kedai digital saya dan teman-teman yang melayani jasa pemesanan. Sampai saat ini usaha yang digelutinya mencakup tiga bidang yaitu desain grafis, fotografi dan kaos khas Flores," katanya.

Pemilihan nama brand Chomabee memiliki cerita sendiri. Rino mengambilnya dari nama sang kakek, Kosmas. "Kebetulan kakek saya dipanggil dengan sapaan Koma," tuturnya.

Selain itu, choma juga diambil dari tanda baca koma (,) yang dimaknai Rino sebagai tanda kelanjutan akan usahanya.

"Harapannya usaha ini selalu ada kelanjutan dan tidak stag (berhenti/berakhir) tetapi maju terus," jelasnya.

Adapun bee diambil dari kata bahasa Inggris yang berarti lebah. Filosofi dari lebah ini adalah menghasilkan madu, kerja selalu sama-sama. Dia mengatakan, nama Chomabee dipilih karena usaha ini ingin menampilkan unsur lokalitas di dalamnya.

Melalui usaha ini, ia ingin memperkenalkan dan melestarikan budaya dan alam di Flores, terlebih khusus Manggarai. Chomabee ingin karya-karyanya memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri sehingga disukai banyak orang serta dikenal luas.

"Makanya salah satu produk yang saya tawarkan adalah kaos khas Flores. Karena bagi saya saat ini kaos telah menjadi identitas bagi setiap orang. Dimana-mana semua orang senang pakai kaos. Apalagi yang ada gambar atau tulisan yang menarik seperti tentang Labuan Bajo, Manggarai dan Flores dan lain sebagainya," kata ayah satu anak ini.

Rino mencontohkan kaos yang bertuliskan Monas (monumen nasional). Baju ini kerap dijadikan salah satu souvenir oleh warga atau wisatawan yang mengunjungi monumen kebanggan Bangsa Indonesia itu.

Alasan itulah dia mencoba memanfaatkan peluang Labuan Bajo sebagai destinasi wisata yang kian digandrungi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Sebagai brand cita rasa lokal dan mengangkat budaya Manggarai, Rino kerap menjadikan gambar dan ungkapan dalam bahasa Manggarai (go`et) sebagai salah satu daya tarik Chomabee.

Kata dan gambar tersebut kemudian dipoles dengan desain-desain unik dan kekinian sehingga disukai oleh banyak orang terlebih kalangan muda.

"Setiap desain ini selalu diselipkan maknanya agar orang-orang yang memakai kaos chomabee paham dan cinta akan alam dan budaya kita. Terlebih khusus para wisatawan, semoga dengan kaos ini mereka juga tidak hanya mengenal tetapi juga akan selalui ingat akan alam dan budaya Flores ketika mereka kembali ke daerah dan negara masing-masing," pungkasnya.

Jadi, bagi kalian yang berkunjung ke Labuan Bajo, jadikan Chomabe sebagai salah satu souvenir yang harus dibawa pulang. Gerai Chomabee terletak di Jalan Pantai Pede, kota Labuan Bajo. Atau bisa memesannya melalui Instagram @chomabee_.

Selain itu, harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Cukup merogoh kocek sekitar Rp90 hingga Rp100, kalian bisa membawa pulang kenangan manis dari Labuan Bajo dan Flores.

Satu atau dua produk yang anda bawa pulang bisa membantu para pelaku industri kreatif lokal maju dan berkembang.

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait