Travel

Selain Labuan Bajo, Pulau Flores Juga Didorong Jadi Wisata Super Premium

Sabtu, 18/07/2020 12:22 WIB

Menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarfa/Ist.

Labuan Bajo, Tajukflores.com - Selain Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores juga didorong menjadi salah satu destinasi wisata tingkat premium. 

Hal itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa di Labuan Bajo, Sabtu (18/7).

"Labuan Bajo inikan satu kesatuan dengan Pulau Flores, nah oleh karena itu kita ingin juga agar Pulau Flores ini menjadi lokasi wisata setingkat premium," ujar Suharso.

Disampaikannya hal itu terkait prioritas pembangunan seperti apa yang diterapkan di Pulau Flores, khususnya Labuan Bajo, dalam rangka mendukung wisata premium di daerah itu.

Alasannya mendorong hal tersebut, kata dia, karena memang Komodo atau Veranus Komodoensis hanya berada di NTT, khususnya di Pulau Flores. Keunggulan tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pariwisata dan lebih penting lagi meningkatkan ekonomi masyarakat melalui wisatawan yang datang berwisata.

"Kita punya keunggulan Komodo. Nah inikan hanya ada di NTT, di belahan dunia manapun tidak ada sehingga saya mau katakan Komodo itu berkah buat NTT, buat pulau Flores khususnya masyarakat di sini," katanya.

Suharso mengatakan, tentu saja baik pemerintah pusat dan daerah mengkapitalisasi kekayaan dan keunggulan yang ada itu bukan hanya di sekitar wilayah adanya Komodo saja, tetapi juga akan dikembangkan untuk seluruh Flores untuk kepentingan NTT.

Ia pun mendukung kebijakan dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat agar Pulau Komodo ke depannya akan lebih selektif untuk wisatawan. Artinya bahwa pulau itu akan menjadi wisata premium, sementara Pulau Rinca dan sekitarnya dijadikan sebagai lokasi wisata massal.

"Ini bukan untuk membuat jarak antara orang yang mampu dan tidak, tetapi semata-mata memberikan kesempatan kepada semua baik publik dalam negeri untuk menikmati sesuai dengan kapasitas atau kemampuan masing-masing," ujarnya.

Apalagi dengan adanya wabah COVID-19 ini, kata dia, kerumunan kerumunan tentu tidak ideal lagi. Demikian juga dengan wisata ke depan, orang akan datang tidak dengan jumlah yang banyak tetapi hanya beberapa orang saja.

Suharso menambahkan, selain mendorong agar wisata premium dari segi pariwisata, Bappenas juga mendorong agar dari sektor pangan, pertanian peternakan juga dan perikanan harus aman dan dikembangkan.

"Saya kira keberadaan pariwisata itu pertama memberikan lapangan kerja yang besar ya bagi masyarakat sekitar. Kemudian juga tentunya efek efek berantai itu relatif bagus di banding sekitar dan yang lain," jelasnya.

Menurutnya, dengan pariwisata, wisatawan memerlukan cinderamata. Tentu hal itu akan mendorong industri rumahan berkembang sehingga masyarakat bisa merasakan langsung dampak dari pariwisata itu. (Ant)

Oleh : Fersin Waku

Artikel Terkait