Travel

Dari 4.081 Kapal Wisata di Labuan Bajo, Hanya Ada 400 Yang Legal

Selasa, 21/07/2020 21:22 WIB

Salah satukapal phinisi yang sering digunakan oleh wisatawan untuk berwisata di taman nasional komodo, tenggelam di perairan Labuna Bajo. (Antara/Ho)

Labuan Bajo, Tajukflores.com - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Rinus mencatat dari 4.081 kapal wisata yang berada di Labuan Bajo, hanya ada 400 kapal wisata saja yang sudah terdaftar dan dinyatakan legal beroperasi melakukan aktivitas kepariwisataannya di kawasan itu.

"Sisanya adalah kapal-kapal dari luar NTT yang melakukan aktivivitas kepariwisataannya secara ilegal," ujarnya, Selasa (21/7).

Agustinus mengatakan hal ini berkaitan dengan pengawasan yang dilakukan oleh dinas tersebut terhadap banyaknya kapal wisata berupa kapal phinisi yang mencari keuntungan di daerah itu tetapi tidak membayar pajak di kabupaten itu.

Menurutnya, pada awalnya hanya ada 56 kapal wisata legal yang terdaftar. Artinya, berkantor di Labuan Bajo, membayar pajak di Labuan Bajo sehingga PAD kabupaten itu meningkat.

Namun, kata Agustinus, dalam perjalanan sejak Februari lalu pihaknya bersama Balai Taman Nasional (BTN) Komodo melakukan sidak dan pemeriksaan untuk memastikan kapal-kapal yang masuk ke Labuan Bajo adalah kapal-kapal yang memiliki tanda daftar usaha di Manggarai Barat.

"Hasilnya positif. Saat ini sudah 400 kapal yang sudah terdaftar resmi, dan sisanya masih terus dilakukan pendataan," katanya.

Ia menuturkan, penertiban itu berdampak positif bagi hotel dan restoran di wilayah Labuan Bajo, karena tingkat hunian di hotel disebut meningkat tajam mencapai 67 persen dari sebelumnya hanya 40-an persen saja.

"Orang yang menginap di hotel dan makan di restoran lebih banyak. Sehingga kontribusi hotel dan pajak restoran di Labuan Bajo meningkat drastis," ungkapnya.

Agustinus menambahkan, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo ini mencapai 75 persen sehingga kekuatan bahari itu menjadi kekuatan besar bagi pariwisata di daerah tersebut.

"Sehingga kalau tidak ditertibkan saya yakin kita akan sangat rugi," pungkas Agustinus. (Ant)

Oleh : Fersin Waku

Artikel Terkait