Gaya Hidup

Perjuangan Mahasiswa Manggarai Lolos Belajar di Jepang

Sabtu, 25/07/2020 16:55 WIB

Fransiska Ilanianti Putri (kedua dari kanan) pose bersama teman-temanya usai melakukan kegiatannya di Jepang (Foto: Ist)

Notice: Undefined offset: 2 in /home/u1376522/public_html/detail.php on line 198

Jakarta, Tajukflores.com - Sebanyak empat mahasiswa jurusan pertanian Universitas Nasional (UNAS), Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengikuti program magang di Okinawa, Jepang. Program ini diadakan UNAS bekerja sama dengan perusahan Swayaka.

Dari empat mahasiswa itu, satu di antaranya Fransiska Ilanianti Putri, mahasiswa asal Manggarai, Flores, NTT.

Ilan, panggilan akrab Fransiska mengaku dirinya terpilih menjadi salah satu mahasiswa mengikuti program tersebut setelah mendengar informasi dari salah satu dosen pertanian. Mendapat informasi itu, ia kemudian ia mengikuti tahap seleksi.

"Awal pertama seleksinya di kampus Universitas Nasional, lalu ada dosen saya memberi informasi tentang program itu. Beberapa hari kemudian, perusahan tersebut bekerja sama dengan kampus saya," ujarnya kepada Tajukflores.com, Sabtu (25/7).

Tak lama, perusahan Jepang itu mendatangi kampus UNAS untuk menyeleksi mahasiswa. "Seleksinya ada tiga, seleksi pertama seleksi berkas, seleksi kesehatan seperti pendengaran, mata, dan seleksi wawancara" katanya.

Setelah lolos tahap seleksi berkas, pihak perusahan mewawancarainya lebih lanjut melalui video call.  Setelah mengikuti semua tahap itu, mahasiswa asal Manggarai itu dinyatakan lolos untuk mengikuti program itu.

"Saya merasa bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan ini karena tidak akan datang kedua kalinya dan bangga karena satu-satunya mahasiswa dari NTT.

Ilan mengaku, setiba di Okinawa, mereka  belajar untuk menyeleksi wortel yang baik dan buruk dengan menggunakan mesin. Wortel yang mereka pilah itu dibawa dari Petani Jepang sendiri. Lalu melakukan pengemasan dengan mesin.

Selain itu, mereka juga belajar tentang bagaimana cara mengemas sayuran dan memotong bunga dengan sistem Jepang.

Bila dibandingkan dengan sistem pertanian di Indonesia, Ilan mengatakan sangat berbeda. Menurutnya, teknologi pertanian di negara Sakura itu sangat maju.

"Semuanya menggunakan teknlogi," ungkapnya.

Ilan berharap, pengalaman belajar Jepang dapat ia gunakan untuk memajukan sistem pertanian di Indonesia.

"Khususnya di Manggarai. Saya akan mempraktekan apa yang saya pelajari di Jepang untuk memajukan pertanian di daerah Manggarai nantinya," pungkasnya.

Oleh : Ryan Pratama

Artikel Terkait