Gaya Hidup

Ternyata Laki-laki Lebih Rentan Terinfeksi Covid-19

Senin, 24/08/2020 21:31 WIB

Ilustrasi. Foto: Pixabay

Jakarta, Tajukflores.com - Studi yang dilakukan WHO, OECD, dan SI-Corona Project di 59 negara, menyebutkan, dari jumlah kasus yang terinfeksi coronavirus, sekitar 59% hingga 60% di antaranya adalah laki-laki. Laki-laki juga mendominasi angka kematian akibat Covid-19. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kampanye terhadap laki-laki untuk mematuhi protokol kesehatan.

Hal itu ditambah dengan sebuah studi kesehatan menyebutkan, wanita memiliki imun yang kuat dibandingkan laki-laki. Itulah sebabnya laki-laki lebih rentan terkena dampak Corona. Apalagi ada indikasi tingkat kepatuhan dalam melindungi diri dari Corona, khususnya mematuhi protokol kesehatan perempuan, lebih baik daripada laki-laki.

“Termasuk juga dalam berperilaku menjaga protokol kesehatan ini. Seperti memakai masker, mencuci tangan secara regular, tidak memegang benda-benda yang tidak perlu, melakukan disinfektan terhadap benda-benda yang berpotensi penularan dan menjaga jarak. Itu semua kami sebut dengan protokol kesehatan,” papar Ahli Psikologi Politik Hamdi Muluk, dalam dialog di BNPB, Senin (24/8).

Penjelasan berikutnya mengenai alasan wanita bisa lebih sukses dalam merubah perilaku dari pada laki-laki, dikarenakan dalam era new normal ini, pemerintah sudah memperbolehkan masyarakat melakukan aktifitas perekonomian. Sehingga laki-laki lebih banyak di luar rumah dari pada perempuan.

“Padahal laki-laki lebih teledor dibandingkan perempuan dalam mematuhi protokol kesehatan, dan mereka di dorong untuk ke luar rumah. Itu yang kemudian menjadi persoalan dan menambah kerentanan terinfeksi,” jelas Hamidi.

Bukan hanya itu, laki-laki ternyata memiliki persepsi risiko jauh lebih rendah dibandingkan perempuan. Hal ini menjadi problem, karena kemudian laku-laki menganggap enteng masalah ini.

“Dalam temuan kami, jika berada di rumah atau ranah pribadi, sebenarnya relatif tertib. Namun menjadi buyar ketika mereka berada di ruang publik, seperti naik kendaraan, berada di terminal atau pasar, dan tempat keramaian yang menyebabkan tingkat kepatuhan menurun.” ujar Hamidi.

Pada kesempatan yang sama Vice President PT Samator Inti Peroksida Imelda Mulyani Harsono, menekankan pentingnya edukasi terhadap pria maupun wanita yang bekerja di sektor swasta, agar bisa mengatasi risiko penularan ini dengan baik.

“Memperbanyak edukasi, untuk pria maupun wanita yang bekerja di sektor swasta. Kalau edukasinya baik, saya yakin pria maupun wanita bisa mengatasinya dengan baik,” tambah Imelda.

Oleh :

Artikel Terkait