Sudut Pandang

Kemajuan Manggarai di Bawah Kepemimpinan Deno-Madur 5 Tahun Terakhir

Minggu, 27/09/2020 22:49 WIB

Bupati Manggarai Deno Kamelus dan Wabub Victor Madur. Foto: Tajukflores.com/Humaspro Manggarai

Ruteng, Tajukflores.com - Pembangunan merupakan sebuah proses perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas berbagai aspek kehidupan masyarakat. Perubahan terencana dimaksud, disusun melalui berbagai proses dan tahapan yang sistematis, menjadi landasan bagi satu daerah dalam melaksanakan setiap proses atau tahapan pembangunan.

Peningkatan dan pertumbuhan ekonomi dapat dihitung dengan menggunakan beberapa variabel atau indikator. Pertama, Produk Domestik Regional Bruto(PDRB). Variabel ini melakukan perhitungan/persentase pendapatan satu daerah secara riil dengan perspektif ekonomi makro, yakni dengan menghitung semua input dan output barang dan jasa dalam satu daerah pada satu periode tertentu.

Kedua, pendapatan riil perkapita. Dihitung dengan membagi antara pendapatan satu daerah dalam waktu tertentu dengan jumlah penduduk dan yang terakhir adalah tingkat penyerapan tenaga kerja dan pengangguran.

Kabupaten Manggarai pada 2020 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2020 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2020-2024, wilayah ini dicabut statusnya dari daerah tertinggal.

Lebih Lanjut, melalui pidato di sebuah radio pada 16 Agustus 2020, Bupati Manggarai Deno Kamelus menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manggarai sebesar 5,12 persen. Tentu saja hal tersebut memberikan arti yang sangat positif bagi kemajuan Kabupaten Manggarai.

Ini menunjukkan bahwa Pemerintah berhasil membawa Kabupaten Manggarai selangkah lebih maju. Menunjukkan bahwa konsep pembangunan berkelanjutan yang sudah dilaksanakan era Deno-Madur sudah berhasil memberikan dampak postif bagi berbagai sektor utama dan pendukung pertumbuhan ekonomi.

Hal ini menjadi sangat wajar, mengingat pola kebijakan anggaran pemerintah Kabupaten Manggarai memberikan porsi yang lebih banyak (60 persen) untuk belanja publik dibandingkan dengan belanja rumah tangga pemerintah (40 persen). Sehingga mampu memberikan dampak positif bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Perlu diketahui, APBD Kabupaten Manggarai sebesar Rp1,2 triliun. Sebanyak 60 persen dari anggaran tersebut beredar di masyarakat dalam bentuk belanja pembangunan. Sehingga sebagian besar uang yang beredar di masyarakat sekarang adalah uang Pemerintah.

Sedangkan dari sektor swasta belum memberikan sumbangan yang signifikan, mengingat masih minimnya minat swasta untuk berinvestasi di Manggarai. Hal ini dimaklumi, mengingat terbatasnya sektor-sektor investasi yang bisa dikelola oleh pihak swasta.

Faktor lain yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi tersebut adalah dengan pola penataan birokrasi yang didukung dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkompeten dan berkualitas, kerja sama dengan lembaga legislatif (DPRD) dan kepastian hukum bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.

Dalam keterangan pers yang dimuat di situs Voxntt.com pada 17 Agustus 2020 lalu, Bupati Manggarai Deno Kamelus mengatakan bahwa “Atas kerja sama semua pihak selama kurun waktu dua tahun (2017 dan 2018) pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manggarai menjadi 5,12%”.

Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut, merupakan akumulasi dari berbagai faktor utama pertumbuhan ekonomi. Berikut dijelaskan dua faktor utama yang menjadi sektor hulu bagi pendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Manggarai.

1.Infrastruktur

Infrastruktur selalu dipandang sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan pemerintah. Atau dengan bahasa yang paling umum dikenal dengan istilah infrastruktur adalah urat nadi perekonomian. Pandangan ini sangat bisa diterima, mengingat aktivitas perekonomian masyarakat sangat tergantung pada kualitas dan kuantitas infrastruktur.

Apalagi dengan melihat kondisi Kabupaten Manggarai yang nota bene sebagian besar masyarakatnya adalah petani, maka kebutuhan infrastruktur menjadi sebuah kebutuhan utama bagi distribusi hasil pertanian (sektor pertanian memberikan sumbangan sebesar 70 persen bagi peningkatan ekonomi).

Dengan kualitas infrastruktur yang baik dan memadai maka biaya produksi yang harus dikeluarkan petani menjadi lebih murah, dan selanjutnya keuntungan ekonomis yang didapat juga semakin besar. Selain itu, infrastruktur juga menjadi faktor pendorong bagi terbukanya akses masyarakat pedesaan untuk membuka lapangan usaha/menciptakan lapangan kerja baru.

Yang paling banyak dilihat adalah ketika banyak masyarakat desa yang berhasil dengan membuka toko/kios sembako dan menjadi penadah hasil bumi (disini biaya produksi masyarakat desa semakin ditekan). Jadi antara pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Hubungan sebab akibat adalah pola yang paling pas untuk menggambarkan kedua sektor ini. Peningkatan ekonomi Kabupaten Manggarai sebesar 5,12 persen juga merupakan hasil dari peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur di Kabupaten Manggarai.

Sejak 2015, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai di bawah Kepemimpinan Deno Kamelus dan Victor Madur memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur. Berbagai pembenahan dilakukan, seperti peningkatan status jalan, perbaikan dan pembukaan jalan baru.

Berdasarkan data dari dinas PUPR Kabupaten Manggarai, terjadi perubahan yang sangat signifikan bagi pembangunan jalan dan jembatan. Datanya bisa dilihat berikut:

Pembangunan jalan Kabupaten

Rehabilitasi pembangunan jalan dan jembatan

2. Pengentasan kemiskinan

Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur selalu menjadi persoalan utama yang menjadi perhatian pemerintah dari masa ke masa. Merujuk pada data BPS tahun 2018 dan 2019, Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menjadi salah satu provinsi penyumbang angka kemiskinan tertinggi di Inonesia.

Aspek yang menjadi tolak ukur kemiskinan adalah persoalan terpenuhi atau tidaknya masalah kebutuhan dasar. Bappenas mendefenisikan kebutuhan dasar sebagai terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, akses terhadap air minum bersih serta aman dari perlakuan dan ancaman kekerasan

Angka kemskinan di Kabupaten Manggarai pada tahun 2015 mecapai 23, 18 persen atau sebanyak 74.010 jiwa, pada tahun 2018 mengalami penurunan sebanyak 69.322 jiwa (20,83 persen). Penurunan angka kemiskinan ini, tentu saja tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, dengan menerapkan kebijakan anggaran yang pro rakyat. Misalnya melalui program peningkatan pendapatan masyarakat melalui SIMANTRI, peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur, percepatan penanggulangan kemiskinan, dan tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi.

Mengutip pernyataan Ketua Real Estate Indonesia (REI) NTT, Boby pitoby di media Media Indonesia pada 7 November 2019, banyaknya jumlah rumah tidak layak huni menjadi salah satu faktor penyumbang terbesar angka kemiskinan di NTT.

Hal demikian sangat masuk akal, dengan merujuk kepada 14 variabel penciri kemiskinan, karena 6 variabel pertama merujuk kepada akses terhadap layanan rumah, sanitasi dan penerangan.

Menyadari hal tersebut, sejak awal periode kepemimpinan DENo-Madur, enem kategori ini menjadi sektor yang mendapatkan perhatian serius. Hal ini dibuktikan dengan kebijakan APBD dan APBDes (ADD dari APBD) dari tahun pertama sampai Tahun Anggaran 2020,
Lebih konkret bisa dilihat pada table di bawah ini:

Dengan melihat data pada tabel di atas, sangat jelas terlihat perkembangan yang sangat signifikan pada semua aspek layanan kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga penurunan angka kemiskinan seperti yang disampaikan di atas tadi merupakan dampak logis dari pembenahan dan pembangunan pada aspek-aspek layanan dasar sebagaimana ditampilkan pada tabel di atas.

Selanjutnya, bagaimana komitmen Deno-Madur pada periode kedua? Yang pastinya masih dalam bingkai dan koridor arah pembangunan RPJP 2020-2025, dengan terus melakukan pembenahan dan peningkatan pada berbagai sektor yang langsung bersentuhan dengan peningkatan ekonomi masyarakat kecil. Deno Madur akan melanjutkan pembangunan dari titik dimana Deno-Madur pada periode I berakhir, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

 

Bersambung..

 

Catatan Redaksi:

Tulisan ini merupakan ulasan Tim Deno Madur

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait