News

Penjelasan Kadis PUPR Manggarai terkait Pernyataan Eks Sekda Manseltus Mitak

Rabu, 21/10/2020 11:13 WIB

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Manseltus Mitak. Foto: Tajukflores.com/Ist

Ruteng, Tajukflores.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Kabupaten Manggarai, Marten Jekau mengklarifikasi pernyataan mantan Sekretaris Daerah Manseltus Mitak terkait program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Dalam pernyataannya, Manseltus Mitak menyebut program Bupati Deno Kamelus dan Wakil Bupati Victor Madur gagal lantaran tidak mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. Salah satunya adalah terkait bantuan perumahan untuk rakyat atau RTLH.

Manseltus menyebut, untuk RTLH ditargetkan 7.500 unit rumah yang dibangun dari APBD. Namun sampai tahun 2019 hanya mencapai 2.359 unit rumah atau 31, 45%.

Dalam klarifikasinya, Marten Jekau mengatakan, total jumlah RTLH sampai dengan Desember 2019 sebanyak 21.387. Dari jumlah ini, Dinas PUPR Manggarai sudah melakukan rehab sebanyak 13.773 unit hingga 2020.

Marten menjelaskan, rehab RTLH ini bersumber dari beberapa pendanaan seperti APBN, APBD I, APBD II dan Anggaran Dana Desa (ADD).

"Yang saya sampaikan di sini dalam rangka transparansi data. Karena yang mengurus program RTLH ini kan di sini (Dinas PUPR)," kata Marten Jekau saat dihubungi, Rabu (21/10).

Marten mengatakan, target RPJMD 2016-2012 untuk program RTLH ialah sebanyak 5.000 unit. Artinya, ada 1.000 rumah tak layak huni yang direhab dalam setahun. Namun, dengan jumlah 13.773 yang sudah direhab, Marten menyebut jika realisasi RPJMD sebenarnya sudah jauh melampaui target.

"Maka kalau dikaitkan dengan realisasinya, itu berarti sudah melampaui target. Karena target RPJMD 1.000 per tahun," jelas dia.

Marten mengaku tidak mengetahui data Manseltus Mitak bersumber darimana. Kendati demikian, sebagai orang yang bertanggungjawab terkait program RTLH, dia menyampaikan ini dalam rangka keterbukaan data.

"Saya juga tidak tahu itu data dari mana. Tetapi yang saya sampaikan itu, tolong jangan dipolitisir," katanya.

Sebelumnya, calon petahana Bupati Manggarai Deno Kamelus menyanggah pernyataan Manseltus Mitak dan menyebut jika mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai itu membongkar kegagalannya sendiri.

Pasalnya, kata Deno, hampir empat tahun menjabat sebagai Sekda Manggarai di era Deno-Madur, banyak kinerja Mitak tidak mencapai target.

"Yang gagal Mansetus Mitak, baik sebagai sekda maupun sebagai mantan (manusia tanpa jabatan) sekda," kata Deno dalam keterangannya, Senin (19/10).

Deno pun membeberkan kegagalan Mitak, baik sebagai sekda maupun sebagai mantan. Pertama, sebagai sekda, Mitak gagal karena sampai pensiun pun proses surat-menyurat masih manual sementara targetnya mestinya sudah surat elektronik (e-surat).

"Absen juga masih manual mestinya sudah e- absen (absen elektronik). Ini dua dari sekian contoh. Masih banyak lagi terkait tugas sekda," katanya.

Kedua, kata Deno, sebagai mantan sekda Mitak gagal membaca dan mengerti tentang target dan realiasasi RPMJD yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten 2016 -2021 (Lembaran Daerah Kabupaten Manggarai 2016 Nomor 7). Deno mengatakan, realisasi kumulasi baru bisa dihitung setelah realiasasi anggaran 2020 dan 2021.

Oleh : Redaksi Tajuk Flores

Artikel Terkait