News

BPIP: Dibutuhkan Elit Politik Membumikan Pancasila

Selasa, 27/10/2020 12:28 WIB

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Antonius Benny Susetyo dalam sebuah kegiatan koordinasi BPIP. Foto: Tajukflores.com/Ist.

Semarang, Tajukflores.com - Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman menyampaikan bahwa Pancasila harus dibumikan dalam ruang kegiatan baik dalam sikap dan prilaku bangsa saat ini maupun di masa depan.

"Pancasila harus dibumikan baik dimanapun agar bisa menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia sehingga dapat bersaing dengan dunia global dan memiliki pijakan yang kuat," kata Fathur dalam sebuah webminar dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020, Selasa (27/10).

Menurut Fathur, pendidikan Pancasila harus tetap diadakan serta pendidikan di Indonesia harus  terintegrasi nilai-nilai Pancasila.  "Pancasila harus diteguhkan dengan integrasi. Menjaga semboyanan Bhineka Tunggal Ika,melawan radikalisme, dan cinta tanah air," tegas Fathur.

Hal senada dijelaskan oleh Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Antonius Benny Susetyo. Dalam penjelasannya Benny memaparkan bahwa pendidikan Pancasila harus diterapkan sejak dini.

"Pentingnya merawat kemajemukan itu sejak dini. Bagainana anak bangsa ini memiliki persaudaraan karena ini menjadi persaingan tingkat global," ujarnya.

Romo Benny menjelaskan bahwa sejak lahir sudah dalam pluralisme sehingga kemajemukan ini sudah menjadi rahim dari ibu pertiwi. Maka kemauan untuk mengaktualisasi Pancasila,  UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI bisa ditanamkan kepada anak bangsa agar memiliki kecintaaan dan  menjadi roh.

"Jika Pancasila menjadi praksis dalam kehidupan sehari hari maka akan menjadi manusia yang merdeka," ungkap Benny.

Tantangan saat ini bagaimana pendidikan yang mampu memilih yang baik serta  memerdekaaan dalam memilih dan menentukan pilihan serta membangun karakter. Pancasila ini bisa membangun karakter yang baik yang menghargai perbedaan dan menjaga persatuan. 

"Dibutuhkan elit politik membumikan Pancasila dalam setiap kebijakan publik. Salah satunya pendidikan multikultural yang ditanamkan sejak dini hingga perguruan tinggi," pungkasnya.

Dalam sesi tanya jawab dijelaskan Benny bahwa saat ini dibutuhkan role model bagi bangsa dalan membumikan nilai-nilai Pancasila. "Saat ini dibutuhkan role model bagi anak bangsa dalam upaya membumikan Pancasila. Ini yang sulit sekarang," tandasnya.

Benny menjelaskan ancaman dalam era digital adalah rendahnya literasi dan termakan hoaks. "Kemampuan membangun narasi dan dangkalnya dalam memahami dikarenakan hilangnya budaya kritis. Ini menyebabkan masalah SARA muncul," tutup Benny.

Oleh :

Artikel Terkait