News

BOPLBF Gelar Expo Titik Temu Ekonomi Kreatif Labuan Bajo 2020

Sabtu, 21/11/2020 15:34 WIB

Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) menggelar Expo Buyers Meet Sellers “Titik Temu Ekonomi Kreatif Labuan Bajo 2020” di Atlantis Beach Club, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (21/11/2020). Foto: Tajukflores.com/Ist

Labuan Bajo, Tajukflores.com - Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) menggelar Expo Buyers Meet Sellers “Titik Temu Ekonomi Kreatif Labuan Bajo 2020” di Atlantis Beach Club, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (21/11).

Kegiatan ini diselenggarakan untuk mempertemukan pelaku industri kreatif di Labuan Bajo dan Flores dengan industri pariwisata, retail dan masyarakat pada umumnya.

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Shana Fatina mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan BOPLBF selama sepanjang tahun bersama berbagai komunitas dan masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari pelatihan-pelatihan yang kita buat selama ini, seperti pelatihan pembuatan resin, seragam tari, makanan siap saji, hydroponic, dan lainnya. Dari pelatihan-pelatihan tersebut kita rancang pertemuan bisnis dengan expo yang kita buat, dimana para pelaku industri ekonomi kreatif ini kita pertemukan langsung dengan para pelaku usaha di Labuan Bajo seperti travel agent, hotel, perusahaan retail, restoran, dan lainnya,” ujar Shana Fatina dalam rilis yang diterima 

Shana juga menambahkan, "Expo Titik Temu Ekonomi Kreatif Labuan Bajo 2020" merupakan program untuk menyatukan berbagai pihak. Diharapkan dari seluruh program pelatihan yang digelar BOPLBF tercipta simbiosis mutualisme untuk keberlangsungan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

"Dengan adanya Expo Titik Temu Ekonomi Kreatif Labuan Bajo 2020 ini, kita harapkan terciptanya sinergi dari seluruh pihak, baik pelaku industri kreatif maupun pelaku usaha di Labuan bajo sekitarnya. Dengan dilaksanakan program ini kita berharap dapat menciptakan kerja sama untuk keberlangsungan pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo Flores yang berkelanjutan," ujarnya.

Wisjnu Handoko, Kepala Divisi Industri dan Kelembagaan BOPLBF menjelaskan, expo yang dilaksanakan satu hari penuh ini diikuti oleh 30 pelaku industri kreatif dan 50 pelaku usaha dari industri kuliner, hotel, restoran, tour dan travel yang berasal dari Labuan Bajo dan sekitarnya.

“Kita sudah menyiapkan 40 _booth_ untuk para pelaku industri kreatif memamerkan produk-produknya, dari expo ini kami juga harapkan terjadi transaksi langsung dari pelaku industri kreatif dan pelaku usaha yang ada di Labuan Bajo dan sekitarnya,” kata Wisjnu.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah memasarkan produk kreatif lokal Flores khususnya Labuan Bajo kepada pasar lokal dan domestik. Sekaligus mendorong industri kreatif lokal untuk terus dapat berkembang dan menimbulkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal.

“Expo Titik Temu Ekonomi Kreatif Labuan Bajo 2020 ini juga kita harapkan menjadi sarana para pelaku industri kreatif lokal untuk dapat memasarkan produk-produknya, dan juga kami harap para peserta mendapat pengalaman business networking langsung, terutama untuk UMKM dari sektor industri kreatif. Selain itu, Expo ini kita harapkan menjadi salah satu upaya menumbuhkan apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Manggarai barat Agustinus Ch. Dula mengatakan dalam sambutannya, kegiatan ini membuktikan bahwa Kabupaten Manggarai Barat memiliki potensi yang luar biasa di bidang ekonomi kreatif.

"Saya hadir disini sebagai Bupati, tapi yang paling dasar kehadiran saya adalah kebanggaan kepada kelompok umkm dan kelompok pengrajin, yang datang dengan motivasi tinggi dan menunjukan kelebihannya, menununjukan potensi, bahwa manggarai barat sangat layak menjadi daerah pariwisata super prioritas," ungkap Dula.

Ia juga berterima kasih dan sangat mengapresiasi kegiatan Expo Buyers Meet Sellers “Titik Temu Ekonomi Kreatif Labuan Bajo 2020” yang diinisiasi oleh BOPLBF.

"Kita harus berterima kasih juga kepada BOPLBF, kepada Ibu shana selaku Direktur Utama BOPLBF, dengan program yang dijalankan perlahan tapi pasti memiliki perspektif kedepan untuk umkm untuk kelompok pengerajin," katanya.

 

Oleh : Alex K

Artikel Terkait