News

Tudingan Kerumunan Jokowi di Maumere Diorganisir, Tokoh: Jangan buat Hati Kami Sakit!

Minggu, 28/02/2021 17:24 WIB

Presiden Jokowi (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi berdialog dengan warga masyarakat di Kabupaten Kupang NTT, 25 Juli 2015. Dalam kunjungan kerjanya selama dua hari di Kupang NTT, Presiden membagikan 10 ribu paket sembako untuk Kabupaten Kupang dan Timur Tengah Selatan. ANTARA/Kornelis Kaha

Jakarta, Tajukflores.com - Tokoh masyarakat Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur Siflan Angi membantah kerumunan di Maumere saat penjemputan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa lalu diorganisir.

Menurut dia, pernyataan beberapa pihak yang menyebut kerumunan warga diorganisir merupakan pernyataan ngawur dan menyakitkan masyarakat Sikka.

"Jadi saya minta dengan pihak yang tidak puas dengan Pak Jokowi, jangan buat kami masyarakat Sikka sakit hati," kata Siflan Angi dalam diskusi daring yang digelar Rumah Kebudayaan Nusantara, Minggu (28/2).

Siflan Angi merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Sikka selama tiga periode. Saat Jokowi mengunjungi Maumere, dia menyaksikan langsung reaksi warga Maumere menyambut kedatangan Kepala Negara.

Siflan mengatakan, membandingkan kerumunan penyambutan Presiden Jokowi dan kerumunan saat penjemputan mantan pimpinan FPI, Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta pada 10 November 2020 lalu merupakan sebuah pernyataan yang ngawur.

"Itu pernyataan ngawur, karena status Rizieq Shihab saja beda. Masa samakan dengan Presiden (Jokowi)," jelasnya.

Siflan menjelaskan, ketika Jokowi dikabarkan akan mengunjungi Maumere untuk meresmikan Bendungan Napun Gete, warga Sikka diminta untuk menjaga jarak dan memakai masker sesuai protokol kesehatan.

Dia mengakui memang terjadi kerumunan di dua titik, namun semuanya bersifat spontan dan insidentil.

"Fakta membuktikan, saat Jokowi lewat, titik pertama di dekat rumah Pak Melki Mekeng (Anggota Komisi XI DPR RI), itu warga berkemurum, histeris. Artinya spontanitas dan insidentil. Bukan seperti yang dikatakan para oknum jika ini rekayasa. Rakayasa apa?," kata dia.

Menurut Siflan, histeria warga Maumere pada hari itu merupakan bentuk kecintaan mereka terhadap Jokowi. "Lihat Pak Jokowi di televisi saja histeris, apagi lihat dekat," kata dia.

Menurut kabar yang didengar Siflan, pascakunjungan Jokowi kunjungan ke Maumere, Pemda Sikka sudah melakukan rapid antigen terhadap warga yang berkerumun di dua lokasi.

"Sudah berapa hari ini, Pemda Sikka mengammbil tes antigen, semua negatif," kata Siflan.

Dia menambahkan, kunjungan Jokowi ke Maumere memberikan kebahagiaan tersendiri. Menurutnya, Jokowi sangat peduli dengan warga NTT yang dicap miskin dan terbelakang.

"Kami masyarakat Sikka bersyukur dan mendokan Pak Jokowi," ujar Siflan.

Oleh : Leonardus

Artikel Terkait