News

Bela Masyarakat Adat Dayak, Pastor Paroki Diduga Alami Kriminalisasi

Rabu, 03/03/2021 00:26 WIB

Tiga tokoh adat Masyarakat Adat Dayak, Kalimantan Timur ditangkap aparat gabungan Brimob dan TNI di Desa Long Bentuq, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur pada Sabtu (27/2) sekitar Pukul 18.28 Wita.

Kutai Timur, Kalimantan , Tajukflores.com - Tiga tokoh adat Masyarakat Adat Dayak, Kalimantan Timur ditangkap aparat gabungan Brimob dan TNI di Desa Long Bentuq, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur pada Sabtu (27/2) sekitar Pukul 18.28 Wita.

Menurut Koalisi Masyarakat Adat Dayak Modang Long Wai, penangkapan yang dilakukan terhadap ketiga tokoh adat tersebut diduga terkait gencarnya penolakan yang dilakukan masyarakat adat Dayak Modang Long Wai di Desa Long Bentuq terhadap PT Subur Abadi Wana Agung yang membabat hutan wilayah adat milik masyarakat.

Selain ketiganya, salah satu pastor dari Paroki Santo Paulus Long Bentuq, Herri Kiswanto Sitohang SVD juga dikriminalisasi terkait kasus ini.

Koalisi Masyarakat Adat Dayak Modang Long Wai mengatakan, ketiga tokoh masyarakat adat Dayak yang ditangkap aparat ialah Daud Lewing (kepala adat), Benediktus Beng Lui (sekertaris adat), dan Elisason.

Menurut koalisi, berdasarkan video dan keterangan yang dikirim masyarakat adat, aparat yang datang dengan senjata lengkap dan belasan mobil menangkap ketiganya dengan cara mengempung mobil.

"Sehingga para pejuang adat tidak bisa melakukan perlawanan,mereka langsung di bawa ke Polres Kutai Yimur," tulis koalisi mengutip Politeia.id.

Dihubungi terpisah, Pastor Herri Kiswanto membenarkan dirinya akan dipanggil polisi.

Oleh :

Artikel Terkait