Ekonomi

Menparekraf Tekankan Pentingnya Digitalisasi bagi Pelaku Kuliner

Selasa, 16/03/2021 20:58 WIB

Meparekraf Sandiaga Uno, saat mengunjungi Desa Wisata Cisarua, Puncak Kab. Bogor, Jabar. Foto: Kemenparekraf.go.id

Jakarta, Tajukflores.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan pentingnya digitalisasi bagi pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di sektor kuliner.

Digitalisasi ini perlu dilakukan untuk memperluas memperluas cakupan pemasaran produk, kata Sandiaga uno dalam acara Ngobrol Bareng Mas Menteri (NGANTRI) edisi kuliner khas #DiIndonesiaAja yang disiarkan live di akun Instagram @pesonaid_travel, pada  Minggu (14/3/2021).

Menurut Sandiaga, salah satu tantangan yang dihadapi oleh para pelaku kuliner adalah digitalisasi yang kurang merata. Oleh karena itu, Kemenparekraf kini tengah menggencarkan digitalisasi para pelaku kuliner lewat sejumlah program.

“Ada program ‘Ada di Warung’ untuk membantu rantai distribusi produk ekonomi kreatif dengan menyalurkan produk kuliner ke dalam jaringan warung-warung dan toko kelontong di Indonesia yang sudah dijalankan tahun lalu dan juga kembali dilakukan tahun ini juga.

Kita juga ada program ‘Beli Kreatif Lokal’, termasuk kemarin juga ada Beli Kreatif Danau Toba,” kata Sandiaga.

Melalui program-program tersebut, Sandiaga mengatakan sebanyak empat juta empat juta pelaku kuliner dari target yang semula hanya dua juta telah didigitalisasi oleh Kemenparekraf pada tahun 2020.

Tahun ini, program-program tersebut kembali dilaksanakan dengan target yang lebih besar yaitu sekitar delapan juta UMKM”, ujar Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga menuturkan pihaknya juga melaksanakan sejumlah program pelatihan seperti pelatihan kemasan produk kuliner, bedah desain kemasan, bedah gerai, promosi dan voucher diskon pada event-event di platform e-commerce.

“Program-program ini diharapkan mampu mengangkat nama produk lokal agar tetap eksis dan bisa bersaing,” ungkap Sandiaga.

Ia mengingatkan para pelaku kuliner agar selalu menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability) dalam kegiatan sehari-hari, berkolaborasi, beradaptasi dan terus berinovasi agar UMKM kuliner  Indonesia semakin maju.

 

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait