News

Romo Benny Tekankan Pentingnya Komunikasi Budaya dalam Berbangsa dan Bernegara

Rabu, 24/03/2021 14:06 WIB

Romo Benny Sulistyo (Foto: Antara)

Jakarta, Tajukflores.com - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Antonius Benny Susetyo mengatakan komunikasi budaya sangat penting dalam berbangsa dan bernegara.

Hal ini disampaikan Romo Benny saat menjadi narasumber pada acara Launching Buku Mengembangkan Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Berbasis Kearifan Lokal untuk Membangun Keharmonisan Relasi Antar Etnis dan Agama yang digelar secara daring Rabu, (24/3/2021).

“Budaya sebagai simbol gotong royong dan dibangun dari berbagai level, sehingga teori komunikasi budaya harus menjadi lintas batas, terkait dengan berbagai ilmu, seperti antropologi dan sosiologi”, kata Romo Benny.

Alumni pasca sarjana Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang itu juga menyebut satu hal yang perlu diingat adalah interaksi budaya membentuk karakter yang berbeda-beda, namun ada satu titik yang menyamakan: nilai luhur. Setiap orang menghormati kultur budaya lainnya karena adanya nilai luhur.

“Komunikasi budaya sebagai kekuatan dalam pengambilan kebijakan pembangunan baik dibidang sosial, politik, agama, maupun ekonomi. Untuk itu, pendekatan komunikasi budaya dibutuhkan saat pengambilan kebijakan pembangunan, dan buku ini mengajak lebih dalam bagaimana interaksi budaya membentuk karakter”, terangnya.

Ia kemudian mengapresiasi atas launchingnya buku tersebut, karena isi dalam buku tersebut telah memberikan realitas kepada pembacanya.

“Buku ini memberikan realitas kepada pembacanya bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan pendekatan dengan kekhasan khusus, yaitu budaya yang tidak hanya lewat satu dimensi saja, tetapi lewat pendekatan dengan pengalaman interaksi.  

Semoga buku ini menjadi bagian memperkaya ilmu komunikasi dan mengadakan riset pendekatan budaya”, sambungnya.

Sementara, Koordinator Gusdurian Malang, Ilmi Najib menyatakan adanya komunikasi budaya sebaiknya dikampanyekan kepada generasi-generasi milenial dan yang diatasnya, sehingga dapat dikenal luas, dan tercipta pengertian antar budaya-budaya yang dianut oleh pihak masyarakat Indonesia yang lainnya.

 

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait