News

Kepala BNPT Ungkap Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Minggu, 28/03/2021 13:55 WIB

Polisi menutup akses di sekitar Katedral Makasar, pasca terjadi ledakan bom pagi tadi. Foto: Bisnis.com

Makassar, Tajukflores.com - Kepala Badan Nasional Penanggulan Teroris (BNPT) Boy Rafly Amar menyesalkan aksi bom yang terjadi di Gereja Katedral Makasar, Minggu pagi (29/3).

"Pertama kita sangat menyesalkan peristiwa aksi terror pagi ini yang terjadi di depan Gereja Katedral. Kedua kita bersama aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia tentu harus segeral melakukan langkah2 penyidikan dan pertolongan terhadap korban," kata Boy saat wawancara dengan Kompas TV, Minggu.

Saat ini polisi belum mengetahui identitas pelaku bom bunuh diri ini. Boy Rafly memastikan aparat akan melakukan identifikasi untuk mencari siapa pelaku dari aksi bom tersebut.

"Penyidikan untuk melakukan langkah2 identifikasi terhadap yang diduga sebagai pelaku aksi bom bunuh diri tersebut. Kemudian tentu kita perlu melakukan olah TKP untuk mendapatkan info awal yang akan kita gunakan untuk penelitian lebih lanjut," tegas Boy.

Menanggapi aksi teror yang dikaitkan dengan penangkapan teroris beberapa waktu lalu, Boy mengatakan upaya itu hanya dilakukan sebagai pencegahan. Semua berdasarkan UU No 5 Tahun 2018.

"Langkah-langkah penangkapan yang dilakukan dalam upaya pencegahan. Karena banyak di antara mereka ditangkap pada masa perencanaan aksi teror. Jadi kita tentu apresiasi dengan langkah itu," kata Boy.

"Hal-hal yang terjadi hari ini tentu bagian dari upaya kerja keras kita untuk setop aksi radikal terorisme. Yang memang dalam masyarakat kita terdapat sel-sel terorisme yang selama ini sudah berjalan terus secara intensif kita lakukan langkah-langkah dalam bidang pencegahan maupun langkah-langkah penegakan hukumnya," sambungnya.

Adapun jaringan terorisme di Makasar menurut Boy, pihak kepolisian sudah memiliki data jaringan terorisme seperti Jamaah Ansharut Daulah maupun jaringan lainnya. Boy memastikan aparat terus menyusuri jaringan-jaringan itu untuk melakukan pencegahan aksi teror.

"Jadi beberapa tempat memang bersama aparat penegak hukum Polri terus menelusuri keberadaan sel-sel jaringan teroris yang kalau kita lihat memang ada. Selain itu, kita kerja keras kepada semua pihak bersama dengan Pemda, tokoh agama sehingga pemikiran radikal intoleransi yang mengarah pada aksi teor ini bisa dihindari," jelas Boy

 

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait