News

Dari Vatikan, Romo Markus Solo SVD Sampaikan Duka Mendalam atas Bencana Alam di NTT

Selasa, 06/04/2021 12:40 WIB

Staf Dewan Kepausan untuk Dialog Antara Umat Beragama Vatikan Romo Markus Solo Kewuta, SVD. Foto: Tajukflores.com/Ist

Jakarta, Tajukflores.com - Staf Dewan Kepausan untuk Dialog Antara Umat Beragama Vatikan Romo Markus Solo Kewuta, SVD menyampaikan duka cita mendalam atas bencana alam yang terjadi di tanah kelahirannya, Nusa Tenggara Timur.

"Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat Paskah untuk saudara-saudari umat Kristiani, umat Nasrani di Indonesia, terkhusus di Provinsi NTT, tempat asal saya. Dan lebih khusus lagi untuk wilayah Flores, Kabupaten Flores Timur dan Lembata," kata Romo Markus sebagaimana diunggah akun Youtube RKN Media, Senin (5/4).

"Dan juga beberapa wilayah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang sayangnya baru-baru ini mengalami bencana alam yang sangat dahsyat," imbuhnya.

Menurut Romo Markus, peristiwa Paskah merupakan sebuah peristiwa kegembiraan atas silih dosa. Sayangnya, umat Nasrani di NTT merayakan peristiwa itu bersamaan dengan bencana alam yang sangat dahsyat.

"Tetapi itulah sisi kehidupan manusia yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Duka mendalam atas kehilangan nyawa begitu banyak orang yang secara tiba-tiba. Dan persis terjadi pada Hari Paskah atau hari setelah perayaan Paskah," kata dia.

"Dan juga duka bersama mereka yang kehilangan sahabat atau keluarga yang meninggal dalam peristiwa-peristiwa ini. Dan sangat prihatin dan ikut bersedih bersama mereka semua yang juga sangat kehilangan, terutama kehilangan materi oleh bencana tersebut," imbuhnya.

Romo Markus Solo Kewuta SVD adalah satu-satunya orang Indonesia yang menjadi pejabat di Takhta Suci Vatikan. Dia merupakan misionaris SVD kelahiran Desa Lewouran, Flores Timur.

Sebagai putra asli Flores Timur, dia mengaku merasakan kesedihan dan kehilangan warga di tanah kelahirannya. Rasa yang sama ia sampaikan untuk warga NTT yang mengalami musibah, baik di Pulau Timor, Sabu, Rote dan sebagainya.

"Jadi saya sebagai anak Lamaholot, yang lahir dalam kalangan budaya Lamaholot, yang berdarah Lamaholot, yang walaupun tinggal beribu-ribu kilometer jauh dari wilayah Lamaholot, saya juga merasakan kesedihan, kedukaan dan kekecewaan, dan segala perasaan yang dialami oleh saudara-saudari di sana," tukasnya.

Menurut Romo Markus, dirinya sudah berdoa dan senantiasa berdoa bagi warga yang menjadi korban bencana ini. Dia juga berharap agar warga NTT diteguhkan imannya karena bencana.

"Semoga mereka yang meninggal diterima di sisi Tuhan, dan mohon kekuatan bagi mereka yang merasa sangat kehilangan, baik oleh karena nyawa para kekasih tetapi juga kehilangan materi yang begitu banyak. Dan memohon keteguhan iman bagi saudara-saudari saya yang harus menghadapi musibah ini," kata dia.

"Dan saya yakin, doa kita akan sekaligus menggerakan banyak hati yang turut, tidak saja bersedih dan prihatin, akan tetapi juga akan mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban," sambungnya.

 

Oleh : Alex K

Artikel Terkait