News

Pemkab Lembata Lamban, Warga Cari Korban Pakai Kayu, Ada yang Mengungsi ke Kebun

Selasa, 06/04/2021 14:34 WIB

Warga menggunakan alat seadaanya mencari korban meninggal akibat banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kabupaten Lembata, NTT. Foto: Tajukflores.com/Ist

Jakarta, Tajukflores.com - Warga desa yang terdampak banjir bandang di Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan penanganan bencana oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Lembata yang sangat lamban.

Menurut warga, sejauh ini warga desa belum mendapatkan bantuan dan terpaksa mengungsi ke kebun.

"Pemda (lembata) lamban, warga ngungsi sendiri. Ngungsi terbayak di kebun. Belum ada bantuan pemda," kata seorang warga yang enggan menyebutkan namanya kepada Tajukflores.com, Selasa (6/4).

Selain mengeluhkan penanganan warga yang mengungsi, warga tersebut mengaku upaya pencarian korban di desanya dan beberapa desa tetangga terpaksa menggunakan alat seadanya. Kondisi tersebut terjadi di Desa Jontona, Desa Lamawolo, Desa Waimata, Desa Lamawara, Desa Amakaka, Desa Tanjung Batu dan Desa Waowala.

"Warga sendiri cari mayat pakai tangan dan kayu," ujarnya.

https://www.tajukflores.com/xms/images/posts/1/2021/2021-04-06/db8d2410934a451031f364f69d933985_1.jpeg

Warga terdampak banjir bandang di Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT mengungsi ke kebun. Foto: Tajukflores.com/Ist

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengatakan korban meninggal yang sudah ditemukan berjumlah 19 orang dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo mengatakan, ada 11 daerah di NTT yang terdampak yaitu kota Kupang, kabupaten Flores Timur, kabupaten Malaka Tengah, kabupaten Lembata, kabupaten Ngada, kabupaten Alor, kabupaten Sumba Timur, kabupaten Rote Ndao, kabupaten Sabu Raijua, kabupaten Timor Tengah Selatan dan kabupaten Ende. Sedangkan di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ada kabupaten Bima yang terkena dampaknya.

"Untuk data korban masih fluktuatif, ini data yang dihimpun dari pemerintah daerah kabupaten dan provinsi dan juga dari Polri sehingga kemungkinan ada perubahan setiap waktu. Untuk sementara korban jiwa yang meninggal sekitar 81 orang tapi data akan berubah setiap jam dan yang masih dalam pencarian 103 orang," ujar Doni dalam konferensi pers secara virtual bersama dengan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur., Selasa (6/4).

Menurut Doni, dua kabupaten terparah akibat bencana adalah pulau Adonara yang masuk di kabupaten Flores Timur dan kabupaten Lembata.

"Masih ada sejumlah korban hilang dan belum ditemukan, sementara yang rusak berat baik dari Alor, kemudian Lembata dan Adonara total jumlahnya mendekati 500 unit. Barusan pak bupati mengatakan di Lembata rumah yang rusak berat di Lembata berjumlah 224 unit, rusak sedang 15 unit, rusak ringan 75 unit," ungkap Doni.

https://www.tajukflores.com/xms/images/posts/1/2021/2021-04-06/b2714485d92739886ef1fd492c2d62fa_1.jpeg

Warga terdampak banjir bandang di Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT mengungsi ke kebun. Foto: Tajukflores.com/Ist

Terdapat dua desa di Lembata yang terdampak paling besar berada di kaki gunung Ile Lewotolok.

"Seharusnya dalam beberapa waktu terakhir pemerintah daerah sudah merencanakan untuk merelokasi warga di sana, namun karena bencana siklon ini akhirnya terdampak paling banyak," kata Doni.

BNPB dan Kementerian PUPR menurut Doni akan membuat rencana agar warga dapat direlokasi.

"Berikutnya tim gabungan dari Kemensos dan TNI/Polri telah membangun dapur lapangan di hampir semua titik sehingga diharapkan tidak ada masyarakat yang tidak mendapat pasokan logistik," ungkap Doni.

BNPB telah menyiapkan sejumlah helikopter yang terdiri dari heli Mi8, heli Kamov 32 A, heli EC-155 (berada di Larantuka); heli AW 119 dan heli Bell 412EP (berada di Kupang) serta 4 helikopter masing-masing di Lembata, Larantuka, Adonara dan Kupang.

"Hari ini sudah tiba dua unit dan mungkin sebentar lagi tiba di Kupang, dua unit lagi menyusul. Heli-hali ini akan digunakan di Lembata, Larantuka dan Adonara serta nantinya untuk membantu mobilisasi logistik dari Kupang ke Malaka termasuk ke Alor," ungkap Doni.

Selanjutnya BNPB juga menyiagakan satu pesawat kargo di Kupang untuk membantu logistik baik ke Lembata atau kawasan lain yang membutuhkan.

 

 

Oleh :

Artikel Terkait