News

2.410 Gardu Listrik Rusak Akibat Badai Seroja yang Menghantam NTT, Butuh Waktu Lama Perbaikan

Selasa, 06/04/2021 20:46 WIB

Dampak kerusakan pemukiman penduduk maupun infrastruktur kelistrikan akibat badai siklon tropis Seroja yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur pada 3-4 Maret 2021. (ANTARA/HO-Humas PLN UIW NTT)

Kupang, Tajukflores.com - Sebanyak 2.410 unit gardu listrik mengalami kerusakan akibat badai siklon tropis Seroja yang menerjang wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berdasarkan catatan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT.

"Kerusakan ribuan unit gardu ini tersebar di wilayah Kupang, Pulau Flores bagian barat dan timur, serta Pulau Sumba yang mengakibatkan listrik padam total," kata General Manager PT PLN (Persero) UIW NTT Agustinus Jatmiko di Kupang, Selasa, (6/4).

Agustinus mengatakan badai ini menyebabkan kerusakan yang cukup berat pada infrastruktur kelistrikan termasuk 2.410 unit gardu. Hal ini yang menyebabkan proses penormalan membutuhkan waktu tertentu.

Setelah terjadi badai, lanjut dia, PLN langsung mengerahkan petugas secara masif untuk melakukan upaya pemulihan dengan tetap memprioritaskan keamanan dan keselamatan warga.

"Kami sedang bekerja tanpa henti untuk memperbaiki jaringan listrik yang terputus dan menginventarisir kerusakan guna mempercepat penyaluran listrik ke rumah warga," katanya.

Agustinus memastikan pemulihan aliran listrik segera dilakukan ketika banjir telah surut atau kondisi jaringan telah dipastikan aman.

Sementara untuk wilayah yang masih terdapat genangan atau banjir maka listrik belum dapat dialirkan demi keselamatan penduduk.

Oleh : Grace Seran

Artikel Terkait