Politik

Mayoritas Pendukung Anies Baswedan Tolak Pembubaran FPI

Kamis, 08/04/2021 09:49 WIB

Manager Program SMRC, Saidiman Ahmad

Jakarta, Tajukflores.com - Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan bahwa mayoritas pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menolak keputusan pemerintah yang membubarkan Front Pembela Islam (FPI).

Survei ini dilakukan pada 28 Februari-5 Maret 2021 dengan melibatkan 1.064 responden yang dipilih secara acak. Tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen, sementara margin of error sekitar 3.07 persen.

“Hasil survei secara nasional ini menunjukkan, dari keseluruhan warga yang yang tahu FPI telah dibubarkan, sekitar 59% menyatakan setuju dengan pembubaran FPI. Yang tidak setuju 35%,” kata Manajer program SMRC, Saidiman Ahmad dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa (6/4).

Analisis lebih dalam dilakukan SMRC untuk mengungkap siapa yang mendukung dan tidak mendukung pembubaran tersebut. Hasilnya, dilihat dari sisi pilihan capres, kecenderungan terkuat untuk menolak pembubaran FPI datang dari warga yang mendukung Anies Baswedan.

Terdapat sekitar 73% dari pendukung Anies yang menyatakan menolak pembubaran FPI.

Sebaliknya, kecenderungan terkuat untuk mendukung pembubaran FPI adalah warga pendukung Tri Rismarini (86%) dan Ganjar Pranowo (80%).

"Dilihat dari sisi partai yang didukung, kecenderungan terkuat untuk menolak pembubaran FPI datang dari warga yang memilih PAN (76%), PKS (68%), dan PPP (66%). Sebaliknya, kecenderungan terkuat untuk mendukung pembubaran FPI datang dari warga yang memilih PDIP (88%), Nasdem (72%), dan PKB (70%)," jelas Ahmad.

Sementara dilihat dari sisi etnik, yang paling kuat menolak pembubaran FPI adalah warga Betawi (80%). Dilihat dari wilayah tempat tinggal, yang terkuat menolak pembubaran FPI adalah warga DKI Jakarta (66%).

Sementara yang paling kuat mendukung pembubaran FPI adalah warga Jawa Timur (78%).

"Sekitar 68% warga yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi menyatakan mendukung pembubaran FPI, sementara yang tidak setuju hanya 25%. Sebaliknya, 61% warga yang tidak puas dengan kinerja Presiden menyatakan tidak setuju dengan pembubaran FPI, sementara yang setuju hanya 32%," tutup Ahmad.

Oleh : Andry Rahmat

Artikel Terkait