News

BEM Nusantara Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang di NTT

Sabtu, 10/04/2021 12:18 WIB

BEM Nusantara Sulawesi Utara melakukan penggalangan dana bagi korban banjir bandang di Nusa Tenggara Timur. Foto: Facebook

Jakarta, Tajukflores.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menggelar aksi penggalangan dana untuk korban bencana banjir dan longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Koordinator Pusat BEM Nusantara Dimas Prayoga mengatakan telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh koordinator daerah se-Nusantara, agar turut membantu dalam aksi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial dan penggalangan dana di setiap wilayah.

"Sebagai mahasiswa, aksi kemanusiaan ini perlu dilakukan. Gerakan-gerakan ini sebagai bentuk gotong royong dalam membantu saudara-saudara yang tengah mengalami musibah," ujar Dimas dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat (9/4).

Dimas berharap kontribusi positif dari kalangan mahasiswa seperti kegiatan sosial itu bisa terus dilakukan. BEM Nusantara bisa menjadi wadah kolaborasi antarmahasiswa se-Nusantara dalam gerakan-gerakan kemanusiaan.

“Kata Gus Dur yang lebih penting dari politik ini kan kemanusiaan. Jadi mahasiswa juga harus terlibat langsung dalam hal-hal seperti ini sesuai kapasitas yang mereka miliki,” ujar Dimas.

Willy Orlando selaku Korda BEM Nusantara NTT mengucapkan terima kasih atas dedikasi BEM Nusantara yang turut membantu dalam penggalangan dana untuk korban banjir dan longsor di NTT.

“Terima kasih untuk bantuan yang sudah diberikan," ujar Willy.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) per Jumat (9/4) pukul 20.00 WIB mencapai 165 orang, 45 hilang, 156 luka-luka, dan 17.834 orang mengungsi.

Kepala BNPB Doni Monardo menyebut, perbaikan data terakhir disebabkan penemuan jenazah korban yang sempat dinyatakan hilang. Juga penemuan orang yang sempat dinyatakan hilang dalam keadaan masih hidup.

“(Kabupaten) Rote Ndao semua dilaporkan ada dua yang meninggal, ternyata hasil laporan terakhir dari bupati yang meninggal nihil. Termasuk juga (Kabupaten) Ngada yang semua dilaporkan satu meninggal, ternyata masih hidup, sehingga yang dilaporkan meninggal tidak ada,” ucapnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (9/4).

Rincian korban meninggal dunia, yaitu warga Flores Timur 71 orang, Kabupaten Alor 28 orang, Kabupaten Malaka enam orang, Kabupaten Sikka satu orang, Kabupaten Lembata 46 orang, Kabupaten Kupang empat orang, Kota Kupang enam orang, Kabupaten Sabu Raijua dua orang, serta Kabupaten Ende satu orang.

“(Kabupaten) Lembata 43 (orang di hari) lalu. Hari ini ditemukan tiga jenazah menjadi 46 orang. (Kabupaten Alor) 27 orang (dilaporkan meninggal dunia) pada hari kemarin), ditemukan satu hari ini menjadi 28 orang. Kabupaten Kupang ditemukan satu jenazah wanita hari ini, sehingga menjadi 4 orang meninggal dunia,” tutur Doni.

Terkait kerugian materiil, sebanyak 2.595 unit rumah rusak berat, 225 unit rusak sedang, 5.502 unit rusak ringan, 17 unit hanyut, dan 60 unit terendam. Kemudian, 40 akses jalan tertutup pohon tumbang, lima jembatan putus, 87 fasilitas umum terdampak, dan satu kapal tenggelam.

Oleh : Grace Seran

Artikel Terkait