Viral, Alkitab Tersapu Banjir Bandang, Muncul Nasihat Nabi Ayub Bertahan dalam Penderitaan

Sabtu, 10/04/2021 12:58 WIB

Alkitab milik warga Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Flores Timur, Kabupaten Lembata yang tersapu banjir bandang. Foto: Tajukflores.com/Facebook

Jakarta, Tajukflores.com - Viral di media sosial Facebook, sebuah Alkitab milik warga Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata yang tersapu banjir bandang ditemukan dalam kondisi terkoyak dan penuh lumpur.

Kendati demikian, saat ditemukan dalam posisi terbuka, terdapat kutiban nasihat Nabi Ayub dalam menghadapi cobaan atau penderitaan.

Kisah ini dibagikan akun Facebook Dionesia Areq Haliwalla pada Jumat (9/4), dan ramai dikomentari warganet.

"Sebuah Alkitab di temukan tergelatak di atas batu, di lokasi terdampak bencana Desa Waimatan, Kamis 8/04/2021, kondisinya kotor penuh lumpur, tetapi dalam posisi terbuka, persis pada kitab Ayub yg menulis ttg "Kesalehan Ayub Dicobai"," tulis akun Facebook Dionesia Areq Haliwalla, sebagaimana dikutip Tajukflores.com, Sabtu (10/4).

Selain menginformasikan penemuan Alkitab tersebut, Dionesia mengutip kisah hidup Nabi Ayub yang taat kepada Tuhan meski dirundung pelbagai cobaan dalam hidupnya.

"Seluruh harta Ayub dijarah dan dibakar, juga anak-anak Ayub habis tersapu badai. Dan Ayub dalam cobaan itu berkata. "Tuhan yang memberi Tuhanlah mengambil, terpujilah nama Tuhan"," tulisnya.

Siapa Nabi Ayub?

Nabi Ayub merupakan seorang tokoh besar pada zamannya. Keteladanan dan kepatuhannya mendapat tempat istimewa dalam ajaran Kristen dan Islam.

Mengutip sabda.org, Nabi Ayub merupakan seorang tokoh pada zamannya. Ayub merupakan pemimpin bagi kaum keluarganya dan bagi ketujuh anaknya. Ia juga menjadi pemimpin dari para karyawannya yang sangat banyak. Alkitab mengatakan bahwa ia memunyai budak dalam jumlah yang sangat besar.

https://www.tajukflores.com/xms/images/posts/1/2021/2021-04-10/d8ab874071ae26c75aa59f15ae34c040_1.jpeg

Nabi Ayub (Rubrik Kristen)

Di tengah masyarakat, Ayub dipandang sebagai seorang tokoh yang baik dan dermawan. Alkitab mencatat bahwa ia senang membantu orang-orang lemah. Kekayaannya yang luar biasa memungkinkan ia menolong orang-orang miskin dari kalangan bawah yang berkekurangan.

Rupanya, Ayub juga merupakan publik figur yang banyak memberi nasihat dan ajaran moral. Ayub adalah seorang berhikmat, yang fasih mengajar banyak orang, seorang motivator yang efektif. Ia adalah seorang kaya dari kalangan atas, yang punya kearifan yang dihormati masyarakat.

Lebih dari itu, Ayub adalah orang besar di pemandangan Allah. Tuhan memberinya pujian: "Tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." (Ayub 1:8) Hanya orang-orang tertentu yang beroleh pengakuan seperti itu dari Tuhan.

Ketika malapetaka hebat melanda hidupnya--ternaknya dijarah, harta bendanya habis, dan anak-anaknya mati, Ayub memberi sebuah reaksi yang luar biasa: doa! Ia tidak marah, kecewa, membalas, atau bunuh diri. Ayub mengoyak jubahnya dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" (Ayub 1:20-21)

Menurut Bartolomeus Wahyu Kurniadi dalam "Inspirasi Ayub Bagi Seorang Katolik Dalam Menghadapi Penderitaan", kisah tentang penderitaan manusia yang dalam batas tertentu tidak terpahami, salah satunya dapat dibaca dalam Kitab Ayub. Penderitaan itu tidak hanya berupa penderitaan fisiki, tetapi juga rohani.

Dalam penderitaan yang berlarut-larut itu, manusia cenderung mengeluh dan berseru-serumemohon pertolongan Tuhan. Tidak jarang pula, manusia tidak sabar
dalam menanggung penderitaan, sehingga mulai mempertanyakan Tuhan akan penderitaan yang terus dialaminya itu.

Bahkan, dalam penderitaanyang hebat banyak orang tampaknya lebih ingin mati atau cenderung mengutuki hari kelahirannya

Oleh : Alex K

Artikel Terkait